Pendaftaran Santri Baru 2022

A. ALUR PENDAFTARAN SANTRI BARU 

  1. Pendaftar bersama orang tua/wali datang ke kantor Tata usaha menemui Panitia Pendaftaran.
  2. Mengisi formulir pendaftaran dan menyelesaikan administrasi.
  3. Peserta bersama orang tua atau wali sowan ke Ndalem Kyai didampingi panitia PSB.
  4. Penempatan Kamar.
  5. Tes KDII.
  6. Sosialisasi Kepesantrenan dan Kelembagaan.

B. KETENTUAN SANTRI 

  1. Beriman kepada Allah SWT
  2. Mendapatkan Izin dari Orangtua
  3. Tidak menghadapi masalah hukum
  4. Mengikuti program khidmah/ pengabdian
  5. Bersedia mengikuti tata-tertib pondok pesantren
  6. Bersedia mengikuti tes
  7. Diperbolehkan Melakukan perizinan pulang setelah 40 hari menetap di pondok
  8. Buka pendaftaran mulai 20 Mei-30 Juni 2022
  9. Waktu pendaftaran setiap hari – 09:00-12:00 dan 13:00-17:00

C. SYARAT PENDAFTARAN 

  1. Sebelum masuk pondok santri baru harus karantina mandiri di rumah selama satu minggu
  2. Fotocopy KTP (1 lembar)
  3. Fotocopy KK (1 lembar)
  4. Foto Background Merah 3×4 (3 lembar)
  5. Fotocopy NISN (1 lembar)
  6. Mengisi Formulir Pendaftaran 
  7. Menyelesaikan Administrasi
  8. Mengisi Surat Pernyataan (File Bisa di Diunduh di bawah ini)
    a. Surat Pernyataan Santri
    https://bit.ly/2AqAZu0
    b. Surat Pernyataan Wali Santri
    https://bit.ly/2UDi5qL
    c. Surat Pernyataan Pengabdian
    https://bit.ly/3dVQhpi

D. BIAYA PENDAFTARAN

  1. Santri Baru
    Biaya Administrasi Rp50.000
    Sarana Prasarana Rp350.000
    Infaq Rp650.000
    Syahriyah Rp150.000
    Registrasi KDII Rp100.000
    Perpustakaan Rp50.000
    KTS Rp15.000
    Kalender          2023 Rp30.000
    Kesehatan  Rp50.000
    Jaz Almamater Rp250.000
    Simpanan Wajib Koppontren Rp10.000
    Pembuatan Buku Doa Rp20.000
    Buku Biografi KH. Mahfud                     Rp75.000
    TOTAL Rp 1.800.000
  2. Santri Lama
    KDII Rp100.000
    Syahriyah Rp150.000
    Kalender          2023    Rp30.000
    Kesehatan Rp50.000
    Buku Biografi KH. Mahfud Rp75.000
    TOTAL Rp405.000

E. BIAYA BULANAN

Syahriyah Pondok Rp150.000

Tiga Acara : Bersatu dalam Peresmian Edi Mancoro 2

Semarang, EM Pers-Acara peresmian Pondok pesantren Edi Mancoro 2 serta Peringatan Maulid Nabi muhammad SAW dan Hari Santri Nasional yang di meriah oleh grub rebana al badar dan SK(seloso kliwon), dilaksanakan di Edi mancoro 2, (25/10/21) malam.

Daroji selaku lurah desa gedangan mengatakan bahwa santri diharapkan begitu lulus dari pendidikan santri ataupun perguruan tinggi diharapkan mampu berwirausaha dan mampu menciptakan lapangan kerja”. Ungkapnya.

Bahwa beberapa hari yg lalu di desa kita mengalami gempa, jangan panik dan jangan terlalu percaya dengan berita hoax”. Ungkap lurah gedangan.

K.H Muhammad Hanif mengatakan bahwa atas nama keluarga besar meminta kepada masyarakat bahwa pada tahun ini beberapa kegiatan akan dilaksanakan diedi mancoro 2 dan sekarang ada sekitar 6 orang yang sudah mendiami edi mancoro 2 . Tak lupa saya ucapkan terimakasih kepada masyarakat yang sudah memberikan tenaga, meterial dan lainnya, dan saya mengapresiasi para tukang-tukang yang sudah membantu berdiri nya edi mancoro 2″. Ungkapnya.

H. Aji Nugroho mengatakan bahwa dalam kitab yang saya baca, kenikmatan yang luar biasa adalah saat allah mengutus nabi muhammad SAW. Sehabat nabi berkata:” siapa yang merayakan maulid nabi maka dia telah ngurip-ngurip islam.

Guru yang tepat adalah guru yang jelas riwayat pendidikan nya sehingga memperoleh pemahaman yang bener, dan yang sudah dijamin jelas keilmuan adalah pesantren”. Ujarnya.

Dina zahrotul selaku santri putri menceritakan bahwa betapa meriahnya acara peresmian Edi mancoro 2 ini, karena permulaan acara, santri pawai menggunakan obor menuju Edi mancoro 2, harapan saya semoga Edi mancoro semakin maju dan bermanfaat bagi orang banyak. (Mira/Red)

Webinar Literasi Digital Kominfo, Kiai Hanif Serukan “Think Globally, Act Locally”

Kab. Semarang, EM Pers- Dalam kesempatan mengisi materi di Webinar Literasi Digital Kominfo, Kiai Hanif mengingatkan perihal  “Think Globally, Act locally”. Artinya kita harus punya kemampuan berpikir global agar ladang wawasan kita tidak hanya dari satu persperktif, namun tetap harus mempertahankan kearifan lokal.

“Dalam hal ini adalah tidak melupakan budaya-budaya ketimuran dalam berinteraksi pun atau mengaktualisasikan budaya menjadi konten digital,” ujar Ketua Pemuda Ansor Kab Semarang itu.

Selain itu, ia juga mengingatkan untuk ber-tabayyun terhadap segala informasi. Sebagai bagian dari budaya digital, prinsip dasar pembuatan konten itu adalah paham dalam mengekstrak ide baik secara implisit maupun eksplisit dari media.

Baginya memiliki intuisi proteksi dalam membagikan informasi dan pemberdayaan internet untuk menghasilkan karya produktif adalah keharusan. “Kita harus memiliki kemampuan kurasi informasi serta menyimpannya agar dapat diakses kembali,” tuturnya.

Dalam webinar bertema “Membuat Konten Agama yang Positif di Media Sosial” (25/10/2021) ini juga mengundang beberapa narasumber lain. Di antaranya Eko Sugiono (Digital Marketer Expert), Abdul Rohim (Redaktur Langgar.co), M. Aziz Nasution (Pemimpin Redaksi Channel9.id), serta Cindy A. Endge (Content Creator) sebagai key opinion leader.

Eko Sugiono, seorang digital marketer expert mengungkapkan mengenai bagaimana kita bisa menghindari berita hoaks dengan mengetahui ciri-cirinya. “Salah satunya adalah jangan langsung percaya terhadap berita yang didalamnya menjelek-jelekan pihak lain,” katanya.

Selanjutnya, M. Aziz Nasution berpendapat bahwa tidak semua konten agama mengandung unsur dakwah yang menyejukkan dan mengajak kepada ketaatan. Maka, ia pun mengajak untuk senantiasa mempertimbangkan etika dalam membuat konten digital. “Maka mari kita berdigital mengunakan etika atau kemampuan dalam mencontohkan dan mempertimbangkan tata kelola digital dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya. (Mira, Annas/Red)

Kiai Hanif Ingatkan Santri untuk Senantiasa Meneladani Nabi Muhammad

Semarang, EM Pers – Kiai Muhamad Hanif mengajak santri meneladani sifat dan sikap Nabi Muhammad SAW. Hal itu beliau sampaikan saat mauidhoh hasanah dalam rangka Peringatan Maulid Nabi. Rangkaian kegiatan telah dilaksanakan, termasuk bersholawat bersama di aula setiap malam selama kurang lebih 2 minggu.

“Sejelek-jeleknya menusia pasti akan memperoleh syafa’at dari Kanjeng Nabi Muhammad SAW,” jelasnya, Senin (18/10/21) malam.

Menurutnya, peringatan maulid ini dapat membukakan mata terkait peran sosial, politik, budaya, dan ekonomi yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad. Ia adalah seorang panutan yakni shidiq, amanah, fatonah, dan tablig.

Selain itu, beliau juga menjelaskan tentang keutamaan membaca sholawat. Beliau menegaskan jangankan manusia, Allah SWT dan malaikat saja bersholawat kepada Muhammad SAW.

“Makhluk yang paling dicintai Allah adalah Nabi Muhammad Saw. Tentu segala sesuatu yang berkaitan dengan Nabi Muhammad pasti selalu banyak faedah di dalamnya. Tentu kita berharap kita akan menjadi golongan beliau di Yaumul Qiyamat nanti,” tuturnya.

Intan Permata Sari (18) selaku santri mengatakan pembacaan sholawat adalah bentuk rasa cinta kepada Nabi Muhammad. “Semoga dapat mencontoh perilaku beliau dan memperoleh syafa’at-nya di akhir nanti,” ujarnya. (Mira, Indah, Anas/Red)

Senandung sholawat memperingati maulid nabi Muhammad SAW

Semarang, EM Pers- Kegiatan Pembacaan Dziba’ dan Al-Berzanji dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, dilaksanakan diaula utama Pondok Pesantren Edi Mancoro, (18/10/21) Malam.

K.H Muhammad Hanif selaku pengasuh mengatakan bahwa “Mari kita bersyukur kepada allah karena pada hari ini kita sudah masuk bulan maulid, dan semoga kita selalu senantiasa diberikan kesehatan”. ungkap beliau.

Fadilah membaca sholawat, jangan kan kita, allah berserta malaikat pun ikut bersholawat kepadanya. Makhluk yg paling dicintai allah adalah nabi muhammad saw, tentu segala sesuatu yang berkaitan dengan nabi muhammad pasti akan selalu banyak faedah didalam nya, tentu kita berharap kita akan menjadi golongan beliau diyaumul Qiyamat nanti.

Sejelek-jeleknya menusia pasti akan memperoleh syafaat dari kanjeng nabi muhammad saw, peringatan maulid ini kita juga harus merealisasikan peran sosial politik dan budaya, karena selain sorang nabi dia juga ada seorang pemimpin politik, dimensi ekonomi nabi muhammad merupakan panutan yakni shidiq, amanah, fatonah, dan tablig. Maka harus patut kita contoh aspek ekonomi dari beliau.

Intan permata sari (18) selaku santri mengatakan bahwa “pembacaan sholawat adalah bentuk rasa cinta kita kepada nabi muhammad, semoga dapat mencontoh perilaku beliau dan memperoleh syafaat nya di akhir nanti”. ujarnya. (Mira, Indah, Anas/Red)

Memeriahkan Kemerdekaan Wujud Cinta pada Negeri

Kab. Semarang, EM Pers- Acara Malam Tirakatan memperingati HUT RI Ke-76 malam ini mengususung tema “Menebar Semangat Kemerdekaan Santri Dalam Membangun negeri”, acara ini diadakan di Aula Utama Pondok Pesantren Edi Mancoro, Senin (16/08/21). Acara yang dimeriahkan oleh grub rebana Al Badar dan grup Seloso Kliwon (SK) ini menjadi salah satu wujud Hubbul Wathon Minal Iman santri Ponpes Edi Mancoro.

Kiai Muhammad Hanif, selaku pengasuh Pondok Pesantren Edi Mancoro bersyukur karena kita dapat memeriahkan kemerdekaan ini dengan keadaan sehat wal afiat. “Mensyukuri kemerdekaan itu adalah bagian dari iman yang disebut hubbul wathon minal iman,” tuturnya.

“Jika tidak ada peran ulama maka bisa jadi indonesia tidak akan merdeka seperti saat ini, menggelorakan lagu kemerdekaan seperti subhanul wathon dapat menjadikan kita lebih semangat dihari kemerdekaan,” lanjutnya.

Dalam kesempatan ini, Kiai Hanif juga menjelaskan perihal perjuangan para ulama untuk mengusir para penjajah.

“Para ulama mengatakan bahwa penjajah yang masuk di indonesia adalah sebagai penggosop yang patut diusir dari tanah air tercinta kita,” terangnya.

Ia mengatakan meskipun Ponpes Edi Mancoro masih bagian kecil dari berbagai pondok pesantren di luar sana, ia mengingatkan bahwa kita patut bangga menjadi bagian dari sejarah Edi Mancoro.

“Di hari kemerdekaan ini kita harus memposisikan bahwa kita adalah santri yang harus terus belajar dan berdoa demi kesalamatan bangsa,” ungkapnya.

Safira ulfa izatunnisa(21) mengatakan malam tirakatan kali ini sangat berbeda karana masih pada masa pandemi. Namun hal itu tidak mematahkan semangat santri dalam menyambut kemerdekaan, dengan antusias dan penuh semangat menyanyikan lagu-lagu nasional yang diiringi dengan grub SK (Seloso Kliwon).

“Semoga bumi pertiwi ini segera sembuh dan kita dapat merayakan hari kemerdekaan yang akan datang dengan lebih meriah tanpa adanya pandem,” harapnya.(Mira, Indah,Anas/Red)

Momentum Idul Adha Sebagai Wujud Meningkatkan Iman dan Imun Kita

Kab. Semarang, EM Pers– Pelaksanaan sholat ied dan penyembelihan hewan kurban, di masjid Darussalam, Desa Gedangan selasa (20/07/2021)pagi, dilakukan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat, memakai masker, jaga jarak dan adanya pembatas jamaah sholat.

Muhammad Hanif selaku pemimpin khutbah menghimbau untuk lebih waspada, berhati-hati dan disiplin memenuhi anjuran dan aturan pemerintah.

“Ibadah qurban disyariatkan sebagai saran taqorob (mendekatkan diri kepada allah) sebagai bukti kepatuhan kepada allah, berqurban memiliki dua manfaat yakni hablum minaallah dan hablum minannas“ungkapnya.

Saifudin selaku panitia penyembelihan hewan kurban mengatakan bahwa hewan kurban ini dari iuran masyarakat yang dikumpulkan, kemudian dibelikan sebanyak 7 ekor sapi. Sedangkan 2 ekor sapi lagi dari notaris dan kemenag. Jadi, total keseluruhannya berjumlah 9 ekor sapi, 7 ekor kambing, dan 2 ekor kambing sebagai akikah.

“Panitia pada kali ini hanya diambil dari lingkup 1 RW di Bandungan lebih sedikit dibanding tahun kemarin,” tuturnya.

Meli Ekhsanti(20) mengatakan bahwa Dampak pandemi ini sangat terasa sekali salah satunya, yang biasanya bisa melaksanakan sholat ied beramai-ramai di masjid, sekarang hanya dilakukan di dalam pondok saja.(Anas,Mira,Indah/RED)

PP Edi Mancoro Hadirkan Habib Umar Muthohar di Haflah Akhirussanah 1442 H

Kab. Semarang, EM Pers- Memperingati Haflah Akhirussanah, Khotmil Qur’an, dan  Haul Al-Maghfurlah K.H. Mahfud Ridwan Ke-4, Pondok Pesantren (Ponpes) Edi Mancoro hadirkan Habib Umar muthohar dari Semarang, pada Senin malam (31/5/2021).  

Muhammad Hanif selaku pengasuh Ponpes Edi Mancoro meminta maaf sebesar-besarnya kepada wali santri selain wali santri 30 juz bil ghoib yang tidak diperkenankan hadir langsung dalam acara dikarenakan pembatasan peserta di saat pandemi.

Habib Umar Muthohar mengatakan bahwa memakai masker mengajarkan kepada kita untuk tidak terlalu banyak bicara. “Karena banyak kerusakan yang diakibatkan tidak bisa menjaga mulutnya. Mari kendalikan mulut kita agar selalu mengucapkan kalimat-kalimat toyyibah,”tuturnya.

Selain itu, Habib Umar kembali mengingatkan perihal mengingat Allah. “Kau ingat dulu kepada Allah baru kau akan diingat oleh Allah, maka banyak sekali hikmah dari kita memakai masker selain mencegah dari virus covid 19,” dawuh-nya.

Dalam kesempatan kali ini ponpes Edi mancoro mampu mengkhotimatkan 108 santri dengan rincian bil nadhor 30 juz berjumlah 35, bil ghoib juz 30 berjumlah 61, dan bil ghoib 30 juz berjumlah 9.

Foto bersama peserta dan pengasuh, (31/5/2021). Doc. Panitia.

Ulfan Auladhi Achmad, selaku Ketua Pelaksana mengatakan acara ini tidak akan berjalan tanpa dukungan seluruh elemen baik santri maupun warga sekitar. “Panita  menyumbangkan 80 % kinerjanya dan yang lain dibantu oleh para sanrti dan warga sekitar,”ujarnya. (Mir’atul/Red)

Nuzulul Qur’an Sebagai Momentum Membangun Spiritual

Kab. Semarang, EM Pers- Pondok Pesantren Edi Mancoro mengadakan acara dalam memperingati Nuzulul Qur’an dengan mengangkat tema “Tadabur Qur’an sebagai Motivasi Diri untuk Meningkatkan Taqwa Kepada Allah SWT”. Rangkaian acara dilaksanakan di Aula Utama Pondok Pesantren Edi Mancoro, Kamis (29/4/21) Malam.

M. Alfan, selaku wakil ketua Asramanisasi dalam memberikan sambutan menyampaikan ucap terima kasih kepada KH. Muhamad Hanif selaku Pengasuh Pondok Pesantren Edi Mancoro yang telah memberikan amanah kepada segenap panitia untuk menyelenggarakan acara ini.

Sebelum memasuki acara mauidhoh hasanah, ada sedikit sambutan oleh K.H Muhamad Hanif selaku pengasuh Pondok Pesantren Edi Mancoro. Dalam sambutannya K.H Muhamad Hanif merasa bangga kepada para panitia yang telah membantu jalannya acara ini.

Dalam mauidhoh hasanah diisi oleh K.H Miftahuddin, beliau menyampaikan proses Nuzulul Qur’an turun ke dunia. “Nuzulul Qur’an turun  ke dunia melalui dua proses yaitu Lauful mahfudz dan Baitul Izza,” ungkapnya

“Mari kita gunakan momentum turunnya Al-Qur’an untuk membangun spiritual kita untuk membangkitkan Nahdlotul Ulama,” tambahnya. (Dimas, Lu’lu, Mira/Red)

Pembukaan Asramanisasi Pondok Pesantren Edi Mancoro 1442 H

Kab

Kab. Semarang, EM Pers- Asramanisasi Ramadhan tahun 1442 H ini mengambil tema “Meningkatkan Spiritualitas Santri dalam Mencari Bekal guna Membentuk Generasi Khodimul Ummah di Era Pandemi” . Pembukaannya dilaksanakan di Aula utama pondok pesantren Edi mancoro, Senin malam (12/04/21).

Alfan selaku wakil ketua panitia mengatakan banyak terima kasih kepada K.H Muhamad h
Hanif yg telah mempercayai tanggung jawab ini kepada panitia. “Selain itu kami juga meminta partisipasi para santri semua untuk bisa mengikuti kegiatan asramanisasi ramadhan dengan penuh hikmah,” tuturnya.

K. H Muhamad Hanif selaku pengasuh pondok. Pesantren Edi mancoro mengungkapkan walaupun para panitia belum pernah mendapatkan pengalaman menjalankan amanah ini, tapi dengan kesungguhan insyaallah akan terlaksana sebagaimana yang diinginkan. “Saya juga mengapresiasi hal itu,” tuturnya.

Selain memberikan sedikit sambutan, beliau juga diminta untuk membuka secara resmi kegiatan asramanisasi dengan simbol pemukulan gendang.

Selain diikuti oleh seluruh santri, acara ini juga dihadiri para assatidz yakni Kiai Abdul Manaf dan Ustadz Mulyadi, yang mana juga akan mengajar di ngaji khusus bulan Ramadhan tahun ini. (Mira/Red)