Memeriahkan Kemerdekaan Wujud Cinta pada Negeri

Kab. Semarang, EM Pers- Acara Malam Tirakatan memperingati HUT RI Ke-76 malam ini mengususung tema “Menebar Semangat Kemerdekaan Santri Dalam Membangun negeri”, acara ini diadakan di Aula Utama Pondok Pesantren Edi Mancoro, Senin (16/08/21). Acara yang dimeriahkan oleh grub rebana Al Badar dan grup Seloso Kliwon (SK) ini menjadi salah satu wujud Hubbul Wathon Minal Iman santri Ponpes Edi Mancoro.

Kiai Muhammad Hanif, selaku pengasuh Pondok Pesantren Edi Mancoro bersyukur karena kita dapat memeriahkan kemerdekaan ini dengan keadaan sehat wal afiat. “Mensyukuri kemerdekaan itu adalah bagian dari iman yang disebut hubbul wathon minal iman,” tuturnya.

“Jika tidak ada peran ulama maka bisa jadi indonesia tidak akan merdeka seperti saat ini, menggelorakan lagu kemerdekaan seperti subhanul wathon dapat menjadikan kita lebih semangat dihari kemerdekaan,” lanjutnya.

Dalam kesempatan ini, Kiai Hanif juga menjelaskan perihal perjuangan para ulama untuk mengusir para penjajah.

“Para ulama mengatakan bahwa penjajah yang masuk di indonesia adalah sebagai penggosop yang patut diusir dari tanah air tercinta kita,” terangnya.

Ia mengatakan meskipun Ponpes Edi Mancoro masih bagian kecil dari berbagai pondok pesantren diluar sana, ia mengingatkan bahwa kita patut bangga menjadi bagian dari sejarah Edi Mancoro.

“Di hari kemerdekaan ini kita harus memposisikan bahwa kita adalah santri yang harus terus belajar dan berdoa demi kesalamatan bangsa,” ungkapnya.

Safira ulfa izatunnisa(21) mengatakan malam tirakatan kali ini sangat berbeda karana masih pada masa pandemi. Namun hal itu tidak mematahkan semangat santri dalam menyambut kemerdekaan, dengan antusias dan penuh semangat menyanyikan lagu-lagu nasional yang diiringi dengan grub SK (Seloso Kliwon).

“Semoga bumi pertiwi ini segera sembuh dan kita dapat merayakan hari kemerdekaan yang akan datang dengan lebih meriah tanpa adanya pandem,” harapnya.(Mira, Indah,Anas/Red)

Pendaftaran Santri dan Santriwati Baru 2021 Selama Pandemi

A. ALUR PENDAFTARAN SANTRI BARU SELAMA PANDEMI

  1. Mengisi formulir pendaftaran di  https://forms.gle/2rBsrNArwXkVtzL67
  2. Menyelesaikan administrasi via transfer ke rekening Mandiri 1360088995599 (A.n Yayasan Edi Mancoro) dan konfirmasi pembayaran ke 085741706659
  3. Pendaftar bersama orang tua/wali datang ke kantor BLK menemui Panitia Pendaftaran
  4. Penempatan Kamar
  5. Tes KDII
  6. Sosialisasi Kepesantrenan dan Kelembagaan

B. KETENTUAN SANTRI

  1. Beriman kepada Allah SWT
  2. Mendapatkan Izin dari Orangtua
  3. Tidak menghadapi masalah hukum
  4. Mengikuti program khidmah/ pengabdian
  5. Bersedia mengikuti tata-tertib pondok pesantren
  6. Bersedia mengikuti tes
  7. Diperbolehkan Melakukan perizinan pulang setelah 40 hari menetap di pondok

C. SYARAT PENDAFTARAN SELAMA PANDEMI

  1. Sebelum masuk pondok santri baru harus karantina mandiri dirumah selama satu minggu
  2. Membawa surat rapid antigen
  3. Wali santri baru tidak diperkankan untuk sowan ke ndalem Kyai
  4. Fotocopy KTP (1 lembar)
  5. Fotocopy KK (1 lembar)
  6. Foto Background Merah 3×4 (3 lembar)
  7. Mengisi Formulir Pendaftaran 
  8. Menyelesaikan Administrasi
  9. Mengisi Surat Pernyataan (File Bisa di Dwonload dibawah ini)
    a. Surat Pernyataan Santri
    https://bit.ly/2AqAZu0
    b. Surat Pernyataan Wali Santri
    https://bit.ly/2UDi5qL
    c. Surat Pernyataan Pengabdian
    https://bit.ly/3dVQhpi

D. BIAYA PENDAFTARAN

  1. Santri Baru
    Biaya Administrasi Rp   50.000
    Sarana Prasarana Rp 300.000
    Infaq Rp 600.000
    Syahriyah Rp 125.000
    Registrasi KDII Rp 100.000
    Perpustakaan Rp   50.000
    KTS Rp   15.000
    Kalender          2021 Rp   25.000
    Kesehatan  Rp   15.000
    Jaz Almamater Rp 200.000
    Simpanan Wajib Koppontren Rp   10.000
    Pembuatan Buku Doa Rp   15.000
    Majalah                        Rp  25.000
    TOTAL Rp 1.530.000
  2. Santri Lama
    KDII Rp   75.000
    Syahriyah Rp 125.000
    Kalender          2021    Rp   25.000
    Kesehatan Rp   15.000
    Majalah Rp  25.000
    TOTAL Rp 265.000

E. BIAYA BULANAN

Syahriyah Pondok Rp 125.000

Momentum Idul Adha Sebagai Wujud Meningkatkan Iman dan Imun Kita

Kab. Semarang, EM Pers– Pelaksanaan sholat ied dan penyembelihan hewan kurban, di masjid Darussalam, Desa Gedangan selasa (20/07/2021)pagi, dilakukan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat, memakai masker, jaga jarak dan adanya pembatas jamaah sholat.

Muhammad Hanif selaku pemimpin khutbah menghimbau untuk lebih waspada, berhati-hati dan disiplin memenuhi anjuran dan aturan pemerintah.

“Ibadah qurban disyariatkan sebagai saran taqorob (mendekatkan diri kepada allah) sebagai bukti kepatuhan kepada allah, berqurban memiliki dua manfaat yakni hablum minaallah dan hablum minannas“ungkapnya.

Saifudin selaku panitia penyembelihan hewan kurban mengatakan bahwa hewan kurban ini dari iuran masyarakat yang dikumpulkan, kemudian dibelikan sebanyak 7 ekor sapi. Sedangkan 2 ekor sapi lagi dari notaris dan kemenag. Jadi, total keseluruhannya berjumlah 9 ekor sapi, 7 ekor kambing, dan 2 ekor kambing sebagai akikah.

“Panitia pada kali ini hanya diambil dari lingkup 1 RW di Bandungan lebih sedikit dibanding tahun kemarin,” tuturnya.

Meli Ekhsanti(20) mengatakan bahwa Dampak pandemi ini sangat terasa sekali salah satunya, yang biasanya bisa melaksanakan sholat ied beramai-ramai di masjid, sekarang hanya dilakukan di dalam pondok saja.(Anas,Mira,Indah/RED)

PP Edi Mancoro Hadirkan Habib Umar Muthohar di Haflah Akhirussanah 1442 H

Kab. Semarang, EM Pers- Memperingati Haflah Akhirussanah, Khotmil Qur’an, dan  Haul Al-Maghfurlah K.H. Mahfud Ridwan Ke-4, Pondok Pesantren (Ponpes) Edi Mancoro hadirkan Habib Umar muthohar dari Semarang, pada Senin malam (31/5/2021).  

Muhammad Hanif selaku pengasuh Ponpes Edi Mancoro meminta maaf sebesar-besarnya kepada wali santri selain wali santri 30 juz bil ghoib yang tidak diperkenankan hadir langsung dalam acara dikarenakan pembatasan peserta di saat pandemi.

Habib Umar Muthohar mengatakan bahwa memakai masker mengajarkan kepada kita untuk tidak terlalu banyak bicara. “Karena banyak kerusakan yang diakibatkan tidak bisa menjaga mulutnya. Mari kendalikan mulut kita agar selalu mengucapkan kalimat-kalimat toyyibah,”tuturnya.

Selain itu, Habib Umar kembali mengingatkan perihal mengingat Allah. “Kau ingat dulu kepada Allah baru kau akan diingat oleh Allah, maka banyak sekali hikmah dari kita memakai masker selain mencegah dari virus covid 19,” dawuh-nya.

Dalam kesempatan kali ini ponpes Edi mancoro mampu mengkhotimatkan 108 santri dengan rincian bil nadhor 30 juz berjumlah 35, bil ghoib juz 30 berjumlah 61, dan bil ghoib 30 juz berjumlah 9.

Foto bersama peserta dan pengasuh, (31/5/2021). Doc. Panitia.

Ulfan Auladhi Achmad, selaku Ketua Pelaksana mengatakan acara ini tidak akan berjalan tanpa dukungan seluruh elemen baik santri maupun warga sekitar. “Panita  menyumbangkan 80 % kinerjanya dan yang lain dibantu oleh para sanrti dan warga sekitar,”ujarnya. (Mir’atul/Red)

Nuzulul Qur’an Sebagai Momentum Membangun Spiritual

Kab. Semarang, EM Pers- Pondok Pesantren Edi Mancoro mengadakan acara dalam memperingati Nuzulul Qur’an dengan mengangkat tema “Tadabur Qur’an sebagai Motivasi Diri untuk Meningkatkan Taqwa Kepada Allah SWT”. Rangkaian acara dilaksanakan di Aula Utama Pondok Pesantren Edi Mancoro, Kamis (29/4/21) Malam.

M. Alfan, selaku wakil ketua Asramanisasi dalam memberikan sambutan menyampaikan ucap terima kasih kepada KH. Muhamad Hanif selaku Pengasuh Pondok Pesantren Edi Mancoro yang telah memberikan amanah kepada segenap panitia untuk menyelenggarakan acara ini.

Sebelum memasuki acara mauidhoh hasanah, ada sedikit sambutan oleh K.H Muhamad Hanif selaku pengasuh Pondok Pesantren Edi Mancoro. Dalam sambutannya K.H Muhamad Hanif merasa bangga kepada para panitia yang telah membantu jalannya acara ini.

Dalam mauidhoh hasanah diisi oleh K.H Miftahuddin, beliau menyampaikan proses Nuzulul Qur’an turun ke dunia. “Nuzulul Qur’an turun  ke dunia melalui dua proses yaitu Lauful mahfudz dan Baitul Izza,” ungkapnya

“Mari kita gunakan momentum turunnya Al-Qur’an untuk membangun spiritual kita untuk membangkitkan Nahdlotul Ulama,” tambahnya. (Dimas, Lu’lu, Mira/Red)

Pembukaan Asramanisasi Pondok Pesantren Edi Mancoro 1442 H

Kab

Kab. Semarang, EM Pers- Asramanisasi Ramadhan tahun 1442 H ini mengambil tema “Meningkatkan Spiritualitas Santri dalam Mencari Bekal guna Membentuk Generasi Khodimul Ummah di Era Pandemi” . Pembukaannya dilaksanakan di Aula utama pondok pesantren Edi mancoro, Senin malam (12/04/21).

Alfan selaku wakil ketua panitia mengatakan banyak terima kasih kepada K.H Muhamad h
Hanif yg telah mempercayai tanggung jawab ini kepada panitia. “Selain itu kami juga meminta partisipasi para santri semua untuk bisa mengikuti kegiatan asramanisasi ramadhan dengan penuh hikmah,” tuturnya.

K. H Muhamad Hanif selaku pengasuh pondok. Pesantren Edi mancoro mengungkapkan walaupun para panitia belum pernah mendapatkan pengalaman menjalankan amanah ini, tapi dengan kesungguhan insyaallah akan terlaksana sebagaimana yang diinginkan. “Saya juga mengapresiasi hal itu,” tuturnya.

Selain memberikan sedikit sambutan, beliau juga diminta untuk membuka secara resmi kegiatan asramanisasi dengan simbol pemukulan gendang.

Selain diikuti oleh seluruh santri, acara ini juga dihadiri para assatidz yakni Kiai Abdul Manaf dan Ustadz Mulyadi, yang mana juga akan mengajar di ngaji khusus bulan Ramadhan tahun ini. (Mira/Red)

Harlah Ke-31, Menuju Sholih Ritual, Sholih Sosial, Sholih Digital

Kab. Semarang, EM Pers- Harlah Pondok Pesantren Edi Mancoro ke-31 mengangkat tema “Sholih Ritual, Sholih Sosial, Sholih Digital”. Rangkaian acara telah dimulai sejak pertengahan Desember kemarin, dan malam puncaknya Kamis (31/12/20) malam di aula utama pesantren.


Budi Santoso, selaku ustadz yang mewakili pengasuh untuk memberikan sambutan menyampaikan, sholih ritual, sholih sosial, sholih digital merupakan tuntutan yang harus ada pada diri santri.


K.H Abdul Basith dalam mauidhoh hasanah-nya mengatakan, kunci dari sholih ritual yaitu santri jangan sampai ada yang meninggalkan sholat jama’ah. Seperti yang dikatakan oleh KH. Mahrus Ali Lirboyo “Al jama’atu umur riyadhoh”.


Lalu, menurutnya, yang paling sholih sosial adalah pondok pesantren. Ketika di pesantren, dengan segala kalangan dari daerah yang berbeda-beda bisa saling menghargai dan kebal akan adanya bully-an. “Hal ini menjadikan santri kuat kelak di masyarakat. Bukan hanya di pesantren, akan tetapi ketika sudah menjadi alumni harus bisa sholih sosial dengan masyarakat,” lanjutnya.


Sebelum Kiai Basith memberikan ceramah, acara dimeriahkan oleh penampilan musikalisasi puisi oleh santri. Selain itu, ada juga prosesi pemotongan tumpeng, dan pembagian hadiah lomba-lomba yang telah dilaksanakan sebelumnya.


Siti Jamilah (21) selaku panitia acara menyampaikan acara harlah kali ini berbeda dengan harlah pada tahun-tahun sebelumnya. “Walaupun acara harlah tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya tetapi kami (panitia) mencoba untuk membuatnya tetap meriah dengan berbagai lomba-lomba seperti pidato bahasa jawa, drama, kebersihan dan prakarya,” pungkasnya. (DLM/Red)

Pentas Bahasa Pondok Pesantren Edi Mancoro

Kab. Semarang, EM pers-Acara Harlah Pondok Pesantren Edi Mancoro ke-31 dengan mengambil tema “Sholih Ritual, Sholeh Sosial, dan Sholeh Digital”. Acara ini dimeriahkan dengan perlombaan drama bahasa dan pentas para santri yang sangat bagus dan bervariasi (24/12/20) Malam.

Dipandu oleh dua MC yang sangat bersemangat dalam memeriahkan acara. MC mengumumkan peraturan lomba drama bahasa, dengan ketentuan lomba bahasa tidak boleh melebihi dari 15 menit, jika melebihi 15 maka nilai akan dikurangi, 5 sebelum tampil peserta harus sudah siap.

Pentas seni dan perlombaan drama ini diadakan sebagai cara santri dalam ikut serta memeriahkan Harlah Pondok Pesantren yang ke-31. Acara ini dirasa cukup baik untuk menjadikan para santri lebih percaya diri terhadap kemampuan yang dimiliki,” ujar Melly selaku santri Pondok Pesantren Edi Mancoro

Acara ini selain diisi dengan perlombaan drama bahasa, juga diisi oleh berbagai macam penampilan seperti singing, reporter, cerita berbahasa arab dan lainnya.

M. Fikril selaku juri perlombaan menyampaikan bahwa beliau sangat mengapresiasi dengan partisipasi para santri yang telah meluangkan waktunya untuk ikut serta dan memeriahkan pentas dan perlombaan drama bahasa.

“Semoga Pondok Pesantren Edi Mancoro bisa menjadi khodimul umat bagi sekitar dan semoga pondok pesantren edimancoro semakin jaya selalu,” tambahnya. (ML/Red)

Peringatan Hari Santri Nasional dan Maulid Nabi Muhammad SAW

Kab. Semarang, EM Pers- Acara Peringatan Hari Santri Nasional dan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tema Santri Sehat Indonesia Kuat yang diadakan di depan halaman Gedung Utama KH. Mahfud Ridwan, Senin (8/10/20) Malam.  Acara ini dimeriahkan oleh grub rebana Al Badar dan grup Seloso Kliwon (SK). Kegiatan ini dihadiri seluruh santri Edi Mancoro dan beberapa tamu undangan.

K. H Muhammad hanif, selaku pengasuh  Ponpes Edi Mancoro menyampaikan bahwa peringatan yang sangat dinanti-nanti seluruh umat islam di seluruh dunia yaitu hari kelahiran kanjeng nabi Muhammad SAW serta acara ini sekaligus memperingati hari santri nasional.

Acara ini dihadiri oleh K. Matrokhim, M. Pd sekaligus sebagai pemantik pada acara malam ini. Matrokhim menyampaikan bahwa kita harus mencintai nabi dengan cara mengikuti perilaku-perilakunya

“Mencintai Nabi harus nomor satu, dari kedua orangtua, bahkan orang yang sangat kalian cintai. Kita harus mencontoh perilaku kanjeng dan sebagai santri itu harus bisa mencontoh perilaku-perilaku kanjeng nabi,” ujarnya.

Acara ini ditutup dengan pembagian hadiah kepada para juara dalam rangka lomba hari santri nasional yang diadakan beberapa waktu yang lalu. (MDL/Red)

Sosialisasi Kepesantrenan Pondok Pesantren Edi Mancoro

Kab. Semarang, EM Pers- Pondok Pesantren Edi Mancoro (Ponpes Edi Mancoro) melaksanakan kegiatan sosialisasi kepesantrenan di Aula Utama Gedung K.H Mahfud Ridwan, Kamis (15/10/20) Malam.

Diadakan sosialisasi kepesantrenan ini bertujuan untuk mengenalkan kepada para santri baru tentang Ponpes Edi Mancoro. Pada awal kegiatan ada sambutan terlebih dahulu oleh K.H Muhamad Hanif selaku pengasuh Pondok Edi Mancoro.

Dalam sambutannya K.H Muhamad Hanif menjelaskan asal usul nama Ponpes Edi Mancoro.

“Pesantren ini menggunakan nama atau identitas Jawa, tidak ada kaitan dengan nama pahlawan atau tokoh wali. Ini sebagian dari mengangkat citra kearifan lokal,” ungkapnya.

Ia berharap Pesantren Edi Mancoro bisa mencerahkan dan mengedukasi masyarakat sesuai filosofi nama pesantren ini.

“Latar belakang memberikan nama Edi Mancoro berharap pesantren bisa mencerahkan masyarakat dan mengedukasi masyarakat, maka kita mempunyai semboyan khodimul ummah,” tambahnya.

Setelah acara sambutan dari pengasuh, dilanjutkan dengan perkenalan setiap lembaga yang ada di Ponpes Edi Mancoro. Pada sesi ini setiap lembaga mempresentasikan visi misi dan program kerja yang ada di lembaga tersebut. Adapun lembaga-lembaga tersebut diantaranya OSEM (Organisasi Santri Edi Mancoro), KDII (Kulliyatud Dirasah al-Islamiyyah wal-Ijtima’iyyah), MQ (Madrasatul Qur’an), TBB (Tarbiyatul Banin Wal Banat), Pers Edi Mancoro, Laziskaf Edi Mancoro, Tsurayya (Student Language Center), UPT Perpustakaan, MRI (Mahfud Ridwan Institute), KBIHU AL-QIRO(Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh), Koppontren (Koperasi Pondok Pesantren) dan Djitoe Photography.

Adi (20) salah satu santri baru merasa bahwa kegiatan sosialisasi kepesantrenan membuatnya paham sejarah dan lembaga-lembaga di Ponpes Edi Mancoro.

“Saya akhirnya mendapat banyak pengetahuan Pondok Pesantren Edi Mancoro, bagaimana paham arti filosofi nama Edi Mancoro dan mengetahui fungsi dari setiap lembaga di Edi Mancoro,” tuturnya. (Dimas/Red)