Nuzulul Qur’an Sebagai Momentum Membangun Spiritual

Kab. Semarang, EM Pers- Pondok Pesantren Edi Mancoro mengadakan acara dalam memperingati Nuzulul Qur’an dengan mengangkat tema “Tadabur Qur’an sebagai Motivasi Diri untuk Meningkatkan Taqwa Kepada Allah SWT”. Rangkaian acara dilaksanakan di Aula Utama Pondok Pesantren Edi Mancoro, Kamis (29/4/21) Malam.

M. Alfan, selaku wakil ketua Asramanisasi dalam memberikan sambutan menyampaikan ucap terima kasih kepada KH. Muhamad Hanif selaku Pengasuh Pondok Pesantren Edi Mancoro yang telah memberikan amanah kepada segenap panitia untuk menyelenggarakan acara ini.

Sebelum memasuki acara mauidhoh hasanah, ada sedikit sambutan oleh K.H Muhamad Hanif selaku pengasuh Pondok Pesantren Edi Mancoro. Dalam sambutannya K.H Muhamad Hanif merasa bangga kepada para panitia yang telah membantu jalannya acara ini.

Dalam mauidhoh hasanah diisi oleh K.H Miftahuddin, beliau menyampaikan proses Nuzulul Qur’an turun ke dunia. “Nuzulul Qur’an turun  ke dunia melalui dua proses yaitu Lauful mahfudz dan Baitul Izza,” ungkapnya

“Mari kita gunakan momentum turunnya Al-Qur’an untuk membangun spiritual kita untuk membangkitkan Nahdlotul Ulama,” tambahnya. (Dimas, Lu’lu, Mira/Red)

Pembukaan Asramanisasi Pondok Pesantren Edi Mancoro 1442 H

Kab

Kab. Semarang, EM Pers- Asramanisasi Ramadhan tahun 1442 H ini mengambil tema “Meningkatkan Spiritualitas Santri dalam Mencari Bekal guna Membentuk Generasi Khodimul Ummah di Era Pandemi” . Pembukaannya dilaksanakan di Aula utama pondok pesantren Edi mancoro, Senin malam (12/04/21).

Alfan selaku wakil ketua panitia mengatakan banyak terima kasih kepada K.H Muhamad h
Hanif yg telah mempercayai tanggung jawab ini kepada panitia. “Selain itu kami juga meminta partisipasi para santri semua untuk bisa mengikuti kegiatan asramanisasi ramadhan dengan penuh hikmah,” tuturnya.

K. H Muhamad Hanif selaku pengasuh pondok. Pesantren Edi mancoro mengungkapkan walaupun para panitia belum pernah mendapatkan pengalaman menjalankan amanah ini, tapi dengan kesungguhan insyaallah akan terlaksana sebagaimana yang diinginkan. “Saya juga mengapresiasi hal itu,” tuturnya.

Selain memberikan sedikit sambutan, beliau juga diminta untuk membuka secara resmi kegiatan asramanisasi dengan simbol pemukulan gendang.

Selain diikuti oleh seluruh santri, acara ini juga dihadiri para assatidz yakni Kiai Abdul Manaf dan Ustadz Mulyadi, yang mana juga akan mengajar di ngaji khusus bulan Ramadhan tahun ini. (Mira/Red)