Pelepasan Santri Kelas Ulya untuk Mengikuti Program Ijtima’iyyah

EM Pers, Kab. Semarang- Pelepasan santri kelas Ulya program Ijtima’iyah Kuliyyatu ad-Dirosah al-Islamiyah wa al-Ijtima’iyyah (KDII) Pondok Pesantren (Ponpes) Edi  Mancoro di Aula Ponpes Edi Mancoro, Sabtu (23/11/2019) Malam.

Program Ijtima’iyyah tersebut diikuti sebanyak 48 santri kelas Ulya yang dibagi menjadi 8 kelompok. Adapun pelaksanaan program Ijtima’iyyah berada di tiga kecamatan yaitu Banyubiru, Getasan dan Tuntang. Kecamatan Banyubiru berada di dusun Kemambang, Puwono dan Nglembu, kecamatan Getasan berada di dusun Batur, Thekelan dan Nglelo, kecamatan Tuntang berada di dusun Dampit dan Rembes.

Ketua panitia program Ijtima’iyyah, Saefudin as-Syafi’I menyampaikan salah satu syarat kelulusan KDII dengan mengikuti program Ijtima’iyyah. “Ijtima’iyyah Ponpes Edi Mancoro adalah salah satu syarat wajib kelulusan, untuk tahun ini program Ijtima’iyyah dilaksanakan selama dua minggu yang dimulai 24 November sampai 8 Desember 2019,” kata Saefudin.

Pengasuh Ponpes Edi Mancoro, K.H Muhamad Hanif, M.Hum dalam sambutannya menuturkan selain dengan mengikuti program Ijtima’iyyah, santri juga harus membuat Karya Tulis Ilmiah (KTI) sebagai sayarat kelulusan. “Cita-cita besar KDII diantarannya adalah mewujudkan program pengabdian dimasyarakat serta membuat KTI, semua muaranya adalah sebagai proses untuk mendewasakan diri serta mematangkan ilmu yang sudah didapat dari kajian yang ada,” tutur K.H Muhamad Hanif

Beliau juga secara langsung melepas para santri untuk mengikuti program Ijtima’iyyah. “Dengan mengucap Bismillaahir rohmaanir rohiim santri kelas Ulya resmi dilepas ketempat masing-masing,” yang disambut dengan tepuk tangan para santri.

“Anda diterjunkan dimasyarakat sekaligus membawa nama baik almamater yang kita cintai. Maka jaga sikapmu, jaga prilakumu, berikanlah yang terbaik, berbuatlah secara total,  mengabdilah secara total ditempat yang anda tuju semua, insyaallah manfaat akan selalu mengikuti atas usaha yang anda lakukan selama menjalankan program Ijtima’iyyah,” pesan K.H Muhamad Hanif kepada para santri kelas Ulya dalam sambutannya. (Thoriq)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *