PERINGATAN HARI RAYA IDUL ADHA 1443 H DIISI DENGAN RANGKAIAN SHOLAT IED DAN PEMOTONGAN HEWAN KURBAN

Kab. Semarang, EM Pers- (10/07/22) Pagi hari masjid Darussalam Gedangan . Mulyadi selaku Pemimpin Khutbah menyampaikan bahwa baru saja kita bersimpuh dihadapan allah swt dalam rangkaian menjalankan ibadah sholat idul adha. Idul adha yang khas dengan ibadah qurban sebagai wujud syukur kita kepada allah SWT karena seluruh anggota badan yg kita miliki dangan segala kegunaannya kita dapat menghirup udara dan merasakan kenikmatan lainnya.

Idul adha atau ibadah kurban merupakan bentuk solidaritas sosial bukan hanya sebagai tontonan orang kaya saja”tuturnya”.

Ali Nugroho selaku panitia menyampaikan” alhamdulillah karena kita semua bisa tabarukan pada idul adha ini, semoga kita semua mendapat ridho allah SWT. Semoga yang mengeluarkan kurban dan akikah dapat mendapatkan berkah dan pahala”.

Pada idul adha kali ini masjid Darussalam mendapat 10 sapi dan 4 ekor kambing, semua itu akan didistribusikan bersama di warga-warga sekitar.

Cicih carsih sebagai salah satu jamaah sholat idul adha mengatakan bahwa idul adha kali ini alhamdulillah sudah dalam kaadaan pandemi yang sudah membaik, kami juga sudah diperbolehkan jamaah bersama-sama dan saling berjabat tangan. (Mira, Nabila/Red)

Pendaftaran Santri Baru 2022

A. ALUR PENDAFTARAN SANTRI BARU 

  1. Pendaftar bersama orang tua/wali datang ke kantor Tata usaha menemui Panitia Pendaftaran.
  2. Mengisi formulir pendaftaran dan menyelesaikan administrasi.
  3. Peserta bersama orang tua atau wali sowan ke Ndalem Kyai didampingi panitia PSB.
  4. Penempatan Kamar.
  5. Tes KDII.
  6. Sosialisasi Kepesantrenan dan Kelembagaan.

B. KETENTUAN SANTRI 

  1. Beriman kepada Allah SWT
  2. Mendapatkan Izin dari Orangtua
  3. Tidak menghadapi masalah hukum
  4. Mengikuti program khidmah/ pengabdian
  5. Bersedia mengikuti tata-tertib pondok pesantren
  6. Bersedia mengikuti tes
  7. Diperbolehkan Melakukan perizinan pulang setelah 40 hari menetap di pondok
  8. Buka pendaftaran mulai 20 Mei-30 Juni 2022
  9. Waktu pendaftaran setiap hari – 09:00-12:00 dan 13:00-17:00

C. SYARAT PENDAFTARAN 

  1. Sebelum masuk pondok santri baru harus karantina mandiri di rumah selama satu minggu
  2. Fotocopy KTP (1 lembar)
  3. Fotocopy KK (1 lembar)
  4. Foto Background Merah 3×4 (3 lembar)
  5. Fotocopy NISN (1 lembar)
  6. Mengisi Formulir Pendaftaran 
  7. Menyelesaikan Administrasi
  8. Mengisi Surat Pernyataan (File Bisa di Diunduh di bawah ini)
    a. Surat Pernyataan Santri
    https://bit.ly/2AqAZu0
    b. Surat Pernyataan Wali Santri
    https://bit.ly/2UDi5qL
    c. Surat Pernyataan Pengabdian
    https://bit.ly/3dVQhpi

D. BIAYA PENDAFTARAN

  1. Santri Baru
    Biaya Administrasi Rp50.000
    Sarana Prasarana Rp350.000
    Infaq Rp650.000
    Syahriyah Rp150.000
    Registrasi KDII Rp100.000
    Perpustakaan Rp50.000
    KTS Rp15.000
    Kalender          2023 Rp30.000
    Kesehatan  Rp50.000
    Jaz Almamater Rp250.000
    Simpanan Wajib Koppontren Rp10.000
    Pembuatan Buku Doa Rp20.000
    Buku Biografi KH. Mahfud                     Rp75.000
    TOTAL Rp 1.800.000
  2. Santri Lama
    KDII Rp100.000
    Syahriyah Rp150.000
    Kalender          2023    Rp30.000
    Kesehatan Rp50.000
    Buku Biografi KH. Mahfud Rp75.000
    TOTAL Rp405.000

E. BIAYA BULANAN

Syahriyah Pondok Rp150.000

Tata Hati, Tata Niat Agar Dipermudah Dalam Mencari Ilmu

Kab. Semarang, EM Pers- Halal bi Halal, pembukaan Kajian dan Pelantikan Pengurus Lembaga Pondok Pesantren Edi Mancoro. Dan dimeriahkan oleh grub Al-Badar (17/05/22) malam di aula utama Pondok Pesantren Edi Mancoro.

Dimas Bayu Pangestu selaku ketua umum organisasi santri edi mancoro mengatakan, “Semoga dengan acara bisa dijadikan ajang silaturahmi dan saling memaafkan, dan saya mengucapkan minal aidin wal Faizin kepada seganap asatid dan seluruh santri. Dan pada kesempatan kali ini juga saya meminta doa semoga dapat menjalankan amanah ini dengan baik.”

Thoriq Baihaqi Firdaus selalu direktur KDII mengatakan bahwa, “pembukaan kajian akan dimulai hari ini maka mari kita kembali menata niat kita, dan pada tahun kali saya memberi informasi mengenai batas izin adalah sebanyak 20 kali dan akan diadakan pengecekan buku sebagai syarat kenaikan kelas.”

K.H Muhammad Hanif selaku pengasuh pondok pesantren Edi Mancoro mengatakan bahwa, “acara malam ini adalah sebagai pengingat para santri setelah lama liburan, dan karena ini masih dibulan syawal saya dan seluruh keluarga ndalem mengucapkan mohon maaf lahir dan bathin, dan semoga para santri dimudahkan dalam menghafal dan mencari ilmu. Lebaran itu bukan hanya baju baru namun meningkatnya ketaqwaan kepada Allah. Liburan yang panjang kemarin sebagai refreshing dan sekarang mari kita niatkan kembali sebagai ajang fisabilillah. Dengan ilmu kita bisa dimuliakan, dan diseimbangkan juga dengan budi pekerti yang baik”.

(Mira, Lestari, Indah/Red)

Pembukaan Asramanisasi Ramadhan 1443 H, Kiai Hanif Jelaskan Perihal Empat Keuntungan Menjadi Santri

Kab. Semarang, EM Pers- Kegiatan Asramnisasi Ramadhan kembali dilaksanakan. Salah satu rangkaian acaranya yakni pembukaan. Dalam kesempatan ini kali ini Dr. Kyai Muhamad Hanif, M. Hum. atau yang akrab disapa Gus Hanif menjelaskan empat keuntungan menjadi santri.

“Pertama, santri sebagai Tholabul Ilmi pasti akan diampuni Allah SWT. Kedua, diajarkan halal dan haram, mana yang haq dan mana yang bathil, yang mana tidak tentu semua lembaga pendidikan mengajarkan. Ketiga, rasa takut kepada penciptanya. Keempat, dianugerahi keutamaan ilmu,” terangnya.

Asramanisasi tahun ini mengangkat tema “Pembersihan Jiwa, Merajut Mahabbah di Bulan Penuh Berkah”. Acara ini diisi dengan sholawat dari grub Al-Badar dan Pembacaan Tahlil oleh Ustadz Tanwir di Aula Utama Pondok Pesantren Edi Mancoro.

Ngainul Muttaqin (19) Selaku Ketua Panitia mengatakan banyak terima kasih kepada pengasuh yg telah mempercayai ia dan teman-temannya menjadi panitia asramanisasi pada tahun ini. Ia berharap dengan diadakankannya asramanisasi tahun ini, bisa menjadi sarana pembersih jiwa, mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, dan memperoleh berkah Allah SWT.

“Asramanisasi ini akan dilaksanakan 20 hari diisi dengan berbagai kajian kitab yang dilaksanakan setiap selesai sholat asar, sholat shubuh dan sholat terawih,” lanjut santri yang masih duduk di kelas Awaliyah itu.

Nurul hidayah(20) sebagai santri Edi Mancoro mengatakan semoga kegiatan asramanisasi ini menjadikan santri tambah semangat menyambut bulan suci Ramadhan dan semakin rajin beribadah.(Mira/Red)

Malam Puncak Harlah, Kiai Said Ingatkan yang Paling Penting bagi Santri adalah Adab

Kab. Semarang, EM Pers- Malam Puncak Hari Lahir Pondok Pesantren Edi Mancoro ke-32, pada Jumat (31/12/21) mengangkat tema “Meningkatkan Spiritualitas Santri, Guna Membentuk Generasi Khodimul Ummah yang Berkualitas”. Rangkaian acara telah dimulai sejak Kamis (23/12/21) dengan pembukaan, lomba antar kelas, Seminar Pendidikan, 32 kali khataman Al Quran, dan diakhiri dengan malam puncak menghadirkan Kiai Said Ahmad untuk memberikan Mauidhoh Khasanah.

Dalam sambutannya, Dr. K.H Muhammad Hanif, M.Hum. sedikit menyinggung tentang sejarah pondok pesantren. Menurutnya, bangunan pondok pertama adalah yang sekarang menjadi kantor KDII.

“Biologi sejarah sangat penting bagi kita. Sebenarnya dulu sebelum ada Pondok Pesantren Edi Mancoro, pernah berdiri pondok yang mana pengasuhnya adalah K.H Sholeh, namun sejarah berdiri dan hilangnya pondok tersebut tidak banyak diketahui karena kurangnya saksi pada masa itu,” ujar beliau.

Kyai Saiq Ahmad, dalam mauidhoh khasanahnya mengatakan ilmu yang nafi’ barokah adalah ilmu yang bermanfaat bagi masyarakat. “Pesantren adalah dunia kecil atau cermin dari kehidupan kelak, dan hal terpenting dari khodimul ummah adalah adab yang baik,” terang beliau.

Dina Zahrotun Nisa (21) berharap di usia ke-32 ini, Edi Mancoro semakin jaya dan tetap menjadi tumpuhan santri belajar ilmu agama. (Mira, Indah/Red)

Kiai Mahfud : Kiai Jangan Melupakan Kemandirian Haqiqi

Kab.Semarang- Kiai Mahfud Hamid, Pimpinan Rijalul Anshor Pusat berpesan untuk tidak melupakan kemandirian yang haqiqi, yaitu berkhidmah kepada umat. Pesan itu ia sampaikan ketika menjadi salah satu pemateri dalam Halaqoh Pondok Pesantren yang diadakan oleh Kementerian Agama yang bekerjasama dengan Rijalul Anshor Kab. Semarang dan Pondok Pesantren Edi Mancoro, Kamis (9/12/2021).

“Fenomena yang terjadi saat ini, pondok dibangun besar, ada SD, SMP, SMA, dan seterusnya. Tetapi fungsi Kiainya hilang. Kiai harus memiliki ghiroh untuk menciptakan santri yg baik. Kalau Kiai-nya hanya bermain politik dan melupakan tarbiyah. Ya santrinya akan seperti itu,” terangnya di kegiatan yang bertema “Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Pesantren Mendorong Lahirnya Moderasi Beragama” yang dilaksanakan di Aula Pondok Pesantren Edi Mancoro, Gedangan, Tuntang, Kab. Semarang, Jawa Tengah ini.

Dalam kesempatan ini, Kiai muda asal Purworejo ini pun menjelaskan terkait tema yang diusung. Menurutnya, sejak dahulu pesantren sudah mandiri secara ekonomi dan perihal moderasi beragama tidak usah dipertanyakan lagi.

“Kiai itu sudah mandiri sejak dulu, kalau ada bantuan dari pemerintah ya ngga papa. Nah mungkin hal itu sebagai bentuk kewajiban pemerintah menghormati jasa para kiai. Jelas kita ketahui, secara historis pesantren lebih tua dari negara ini. Andil pesantren pun tidak bisa dilepaskan dari sejarah kemerdekaan,” lanjutnya.

Sebelumnya, Kiai Muhamad Hanif dalam sambutannya mengatakan salah dua program unggulan dari Gus Menteri (GusMen) Yaqut Cholil Qoumas, selaku Menteri Agama adalah kemandirian ekonomi pesantren dan memupuk moderasi beragama. Maka, kegiatan halaqoh ini adalah salah satu usaha untuk mewujudkannya.

Titik Hidayah, selaku perwakilan dari Kementerian Agama Kab. Semarang menyampaikan bahwa perihal pentingnya mengisi pangkalan Informasi Data Pokok Pendidikan Islam yang disebut Education Management Information (EMIS) dengan tertib. “Kalau mengisinya tertib, InsyaAllah akan lebih diperhatikan dan diprioritaskan semisal ada program atau bantuan dari kementerian,” tutur Kasi PHU Kemenag Kab. Semarang ini.

Gus Najmudin, perwakilan dari Pondok Pesantren Raudlatut Tholibin, Susukan bertanya perihal bagaimana gambaran kemandirian ekonomi yang dimaksud Kemenag.

Titik pun menjelaskan beberapa upaya, salah satunya yaitu berupa pinjaman lunak, yaitu tanpa bunga dan rentang pengembaliannya minimal 5 tahun. Menurutnya, hal ini harus dimanfaatkan oleh pengelola pesantren, untuk semakin mengembangkan badan usahanya.

Memeriahkan Kemerdekaan Wujud Cinta pada Negeri

Kab. Semarang, EM Pers- Acara Malam Tirakatan memperingati HUT RI Ke-76 malam ini mengususung tema “Menebar Semangat Kemerdekaan Santri Dalam Membangun negeri”, acara ini diadakan di Aula Utama Pondok Pesantren Edi Mancoro, Senin (16/08/21). Acara yang dimeriahkan oleh grub rebana Al Badar dan grup Seloso Kliwon (SK) ini menjadi salah satu wujud Hubbul Wathon Minal Iman santri Ponpes Edi Mancoro.

Kiai Muhammad Hanif, selaku pengasuh Pondok Pesantren Edi Mancoro bersyukur karena kita dapat memeriahkan kemerdekaan ini dengan keadaan sehat wal afiat. “Mensyukuri kemerdekaan itu adalah bagian dari iman yang disebut hubbul wathon minal iman,” tuturnya.

“Jika tidak ada peran ulama maka bisa jadi indonesia tidak akan merdeka seperti saat ini, menggelorakan lagu kemerdekaan seperti subhanul wathon dapat menjadikan kita lebih semangat dihari kemerdekaan,” lanjutnya.

Dalam kesempatan ini, Kiai Hanif juga menjelaskan perihal perjuangan para ulama untuk mengusir para penjajah.

“Para ulama mengatakan bahwa penjajah yang masuk di indonesia adalah sebagai penggosop yang patut diusir dari tanah air tercinta kita,” terangnya.

Ia mengatakan meskipun Ponpes Edi Mancoro masih bagian kecil dari berbagai pondok pesantren di luar sana, ia mengingatkan bahwa kita patut bangga menjadi bagian dari sejarah Edi Mancoro.

“Di hari kemerdekaan ini kita harus memposisikan bahwa kita adalah santri yang harus terus belajar dan berdoa demi kesalamatan bangsa,” ungkapnya.

Safira ulfa izatunnisa(21) mengatakan malam tirakatan kali ini sangat berbeda karana masih pada masa pandemi. Namun hal itu tidak mematahkan semangat santri dalam menyambut kemerdekaan, dengan antusias dan penuh semangat menyanyikan lagu-lagu nasional yang diiringi dengan grub SK (Seloso Kliwon).

“Semoga bumi pertiwi ini segera sembuh dan kita dapat merayakan hari kemerdekaan yang akan datang dengan lebih meriah tanpa adanya pandem,” harapnya.(Mira, Indah,Anas/Red)

Corona dan Sosial Santri: Pengaruh Covid-19 terhadap Sosial Santri Edi Mancoro

Oleh: Siti Fatimah

Ratusan Santri Dipulangkan

Ratusan santri Edi Mancoro terpaksa harus dipulangkan ke rumah masing-masing. Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona. Mengingat jumlah orang berstatus positif terkena virus corona di Jawa Tengah semakin meningkat. Perpulangan santri Edi Mancoro dimulai sejak Minggu (29/4). Keputusan ini berdasarkan keputusan pengasuh beserta pimpinan lembaga pondok. Para santri harus dijemput orang tuanya, dilarang menggunakan transportasi umum dan tidak boleh mampir-mampir. Orang tua atau wali yang menjemputpun tidak boleh masuk area pondok, cukup di titik penjemputan serta dilakukan penyemprotan disinfektan kepada kendaraan-kendaraan penjemput. Namun beberapa santri tidak boleh pulang  yakni yang daerahnya sudah masuk zona merah, Kamis (26/4/2020), “lebih baik di pondok saja, untuk saat ini kalian mending mementingkan diri sendiri dulu jangan orang lain”, dawuh  Kiai Hanif selaku pengasuh.

Sebelum pulang seluruh santri juga diwajibkan bersih-bersih pondok secara massal, diantaranya seluruh peralatan tidur di jemur, karpet-karpet dicuci, dan dilakukan penyemprotan disinfektan di area pondok dan sekitarnya. Dalam surat keputusan yang ditandatangani oleh pengasuh, dijelaskan bahwa santri Edi Mancoro kembali masuk pada, Kamis (4 Juni 2020). Selama di rumah, wali santri diharap memantau putra-putrinya untuk melakukan hal-hal positif diantaranya; istighosah bersam keluarga, mengerjakan tugas kuliah online, tadarus al-qur’an, muroja’ah kitab dan hafalan qur’an. Kemudian santri juga dihimbau agar tidak keluar rumah kecuali ada hal penting yang mengharuskan keluar, menjaga pola makan, hidup sehat, serta mengikuti petunjuk-petunjuk kesehatan tentang antisipasi penyebaran virus corona dari puskesmas terdekat.

Penerapan Physical Distancing

Santri yang tidak pulang juga dilarang keluar area pondok jika tidak ada kepentingan, “jika ingin mencari makanan, di sekitar pondok saja, di koperasi pondok atau warung sekitar,” dawuh Kiai Hanif. Semua kebutuhan santri akan disediakan oleh koperasi pondok. Sebelum masuk kamar masing-masing pun diharapkan selalu mencuci tangan terlebih dahulu di kran yang sudah disediakan hand sanitizer. Physical distancing yang diterapkan di pondok pesantren Edi Mancoro tersebut yakni dengan tidak melakukan kontak fisik secara langsung, misalnya bersalaman, tidak berpelukan, menjaga jarak minimal 1 meter, tutup hidung dan mulut ketika batuk & bersin, dilarang menerima tamu. Selain itu wali santri juga dilarang bertamu atau mengunjungi keluarga yang ada di pesantren. Jika keadaan terpaksa menerima tamu, maka harus diadakan pengecekan terlebih dahulu oleh penjaga pondok serta sterilisasi ringan dengan hand sanitizer atau disinfektan. Dilarang pula menerima pengiriman paket dalam bentuk apapun. Apabila terpaksa menerima akan disterilkan dengan disinfektan dan dijemur terlebih dahulu.

Penundaaan dan Pembatalan Acara

Virus corona yang mewabah menimbulkan berbagai masalah kehidupan yang cukup rumit, dan menjadi menakutkan. Meluasnya virus corona ini tidak hanya berdampak pada kesehatan, tempat wisata ataupun tempat ramai yang biasanya dikunjungi wisatawan asing maupun domestik yang mengalami penuruna drastis. Dengan demikian, tidak berbeda dengan acara-acara atau event di Pondok Pesantren Edi Mancoro yang diputuskan untuk dibatalkan atau ditunda akibat virus corona hingga kondisi dan situasu benar-benar aman. Adapun acara-acara besar yang akan diselenggarkan dalam waktu dekat yang  harus dibatalkan yaitu;

  • Festival Banjari se-Jateng & DIY 2020

Festival banjari ini biasanya dilaksanakan sebelum acara haflah atau biasanya akrab disebut dengan acara pra haflah. Dalam akun resmi instagram @ponpes.edimancoro, penyelenggara atau panitia Festival Banjari dengan berat hati mengumumkan pembatalan acara ini, setelah mempertimbangkan kesehatan dan arahan pemerintah agar membatalkan ataupun menunda acara-acara yang mengumpulkan banyak orang. Total ada 36 grup rebana se-Jateng DIY yang mendaftar akan mendapat pengembalian dana. Panitia kembali meminta maaf khususnya untuk 36 grup rebana yang sudah mendaftar. Festival Banjari se-Jateng DIY ini acara pra haflah tahunan, untuk tahun ini seharusnya menjadi penyelenggaraan ketiga yang akan berlangsung pada 1 April 2020 di halaman Pondok Pesantren Edi Mancoro.

  • Lomba anak ceria

Berbagai acara besar Pondok Pesantren Edi Mncoro dibatalkan guna mengantisipasi penyebaran wabah virus corona, termasuk Lomba Anak Ceria 2020, yang seharunya diselenggarakan pada 2 April 2020. Lomba anak ceria merupkan acara tahunan termasuk dalam rangkaian acara pra haflah akhirussanah dan haul Mbah Mahfud Ridwan. Acara ini adalah lomba anak yang diikuti anak TK dan SD se-Kabupaten Semarang untuk mengembangkan bakat mereka. Adapun lomba-lomba yang akan diselenggarakan yaitu lomba mewarnai, menyanyi, lomba hafalan surat pendek, menggambar, da’i cilik, dan kolase. Panitia memutuskan untuk membatalkan acara ini setelah pemerintah mengumumkan larangan mengadakan event di Indonesia.

  • Bazar

Sekitar 14 pendaftar peserta Bazar di Edi Mancoro resmi dibatalkan. Batalnya acara tersebut setelah pemerintah mengeluarkan statement untuk tidak membuat acara yang sifatnya mengumpulkan banyak orang demi mencegah penyebaran virus corona. Awalnya acara bazar ini juga akan berlangsung  selama 3 hari yakni selama festival dan lomba-lmba berlangsung serta pada puncak acara haflah akhirusanah pada 1-3 April 2020. 

Adapun acara Haflah Akhirussanah dan Haul Mbah Mahfud Ridwan ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan, mengingat virus corona di Jawa Tengah khususnya daerah Semarang semakin meningkat. Acara ini sudah disiapkan lebih dari 4 bulan lamanya, namun dengan berat hati pengasuh pondok pesantren Edi Mancoro mengeluarkan surat keputusan untuk menunda acara ini. Penundaaan acara tersebut atas dasar rapat terbatas antara pengasuh, asatidz, pimpinan lembaga dan panitia haflah tentang antisipasi meluasnya wabah virus corona.

Pendaftaran Baru SD Unggulan Edi Mancoro

Untuk Pendaftaran Online Klik Tantuan di Bawah Ini :

https://forms.gle/sC9fedow3VDCtSoF9A

  1. Visi dan Misi

VISI

“UNGGUL DALAM SPIRITUAL, INTELEKTUAL, DAN BERPRESTASI SERTA BERWAWASAN QUR’ANI”

MISI

  1. Membentuk peserta didik yang berkarakter, dinamis dalam pengembangan nilai spiritual dan Intelektual.
  2. Mengembangakan dan membentuk keperibadian peserta didik untuk memajukan berbagai potensi diri pesrta didik, baik akademik maupun non akademik.
  3. Memupuk benih jiwa kemandirian, toleransi dan cinta tanah air. Membekali peserta didik dengan berbagai pengetahuan baik akademik maupun non akademik.
  4. Mendampingi peserta didik dalam belajar Al-Qur’an serta menghafalkannya
  • Kurikulum

Sistem pembelajaran yang diterapkan di SD Unggulan Edi Mancoro mengacu pada kurikulum 2013 Kementrian Pendidikan dan Kementrian Agama yang dipadukan dengan kurkulum sekolah yang memuat pendidikan islam dengan sistem pendidikan khas tradisi pesantren.

  • Waktu Pendaftaran

Waktu Pendaftaran     : 15 Januari 2020-15 Juli 2020

Jam                              : 08.00-14.00

Hari                              : Senin- Sabtu

Tempat                      : Kantor SD Unggulan Edi Mancoro

Contact Person    : Anida (085727743334)

                                      Fauzi  (085729617347)

  • Syarat Pendaftaran
  • Foto 3 x 4 backgroumd merah ( 3 lembar)
  • Foto Copy Ijazah TK/RA (menyusul)
  • Foto copy KK
  • Foto copy KTP orang tua
  • Foto copy Akta Kelahiran
  • Mengisi formulis pendaftaran
  • Usia Calon peserta didik ≥ 6,3 tahun
  • Biaya Pendaftaran
1 Pendaftaran Rp. 100.000
2 Infaq Rp. 300.000
Rp. 500.000
> Rp. 500.000
3 SPP Rp. 255.000
4 Seragam
– Putra Rp. 340.000
– Putri Rp. 400.000
5 Buku Rp. 400.000
6 Kalender Rp. 25.000

*Seragam

  • 1 Stel baju identitas
  • 1 stel baju olahraga
  • 1 stel baju diniyah

** untuk seragam merah putih dan pramuka tidak

Rincian SPP

Makan SPP Total
100.000 155.000 255.000


  • Ekstrakurikuler       
1. Pramuka
2. Kesenian :
a. Khot/Kaligrafi
b. Rebana
c. Tilawah
d. Seni Musik
e. Seni Tari
3. Olahraga :
a. Badminton
b. Sepakbola
c. Futsal
d. Catur
e. Takraw
4. Komputer
  • Kegiatan Harian
1. Pembiasaan Pagi
Asma’ul Husna
Tahfidz Juz Amma
Tahsin metode Ummi
Language Day
2. Pembiasaan Siang
Sholat Dzuhur Berjama’ah
Imla’
Madrasah Diniyah
  • Program Unggulan
1. Manasik Haji
2. Outing Class
3. Tadabbur Alam
4. Madrasah Diniyah
5. Bilingual
6. Tahfidz Juz 30
  1. Fasilitas
1. Sarana Ibadah
2. Perpustakaan
3. Media Audio dan Visual
4. Aula / Ruang Serbaguna
5. Laboratorium Komputer
6. Lapangan Olahraga

Pelepasan Santri Kelas Ulya untuk Mengikuti Program Ijtima’iyyah

EM Pers, Kab. Semarang- Pelepasan santri kelas Ulya program Ijtima’iyah Kuliyyatu ad-Dirosah al-Islamiyah wa al-Ijtima’iyyah (KDII) Pondok Pesantren (Ponpes) Edi  Mancoro di Aula Ponpes Edi Mancoro, Sabtu (23/11/2019) Malam.

Program Ijtima’iyyah tersebut diikuti sebanyak 48 santri kelas Ulya yang dibagi menjadi 8 kelompok. Adapun pelaksanaan program Ijtima’iyyah berada di tiga kecamatan yaitu Banyubiru, Getasan dan Tuntang. Kecamatan Banyubiru berada di dusun Kemambang, Puwono dan Nglembu, kecamatan Getasan berada di dusun Batur, Thekelan dan Nglelo, kecamatan Tuntang berada di dusun Dampit dan Rembes.

Ketua panitia program Ijtima’iyyah, Saefudin as-Syafi’I menyampaikan salah satu syarat kelulusan KDII dengan mengikuti program Ijtima’iyyah. “Ijtima’iyyah Ponpes Edi Mancoro adalah salah satu syarat wajib kelulusan, untuk tahun ini program Ijtima’iyyah dilaksanakan selama dua minggu yang dimulai 24 November sampai 8 Desember 2019,” kata Saefudin.

Pengasuh Ponpes Edi Mancoro, K.H Muhamad Hanif, M.Hum dalam sambutannya menuturkan selain dengan mengikuti program Ijtima’iyyah, santri juga harus membuat Karya Tulis Ilmiah (KTI) sebagai sayarat kelulusan. “Cita-cita besar KDII diantarannya adalah mewujudkan program pengabdian dimasyarakat serta membuat KTI, semua muaranya adalah sebagai proses untuk mendewasakan diri serta mematangkan ilmu yang sudah didapat dari kajian yang ada,” tutur K.H Muhamad Hanif

Beliau juga secara langsung melepas para santri untuk mengikuti program Ijtima’iyyah. “Dengan mengucap Bismillaahir rohmaanir rohiim santri kelas Ulya resmi dilepas ketempat masing-masing,” yang disambut dengan tepuk tangan para santri.

“Anda diterjunkan dimasyarakat sekaligus membawa nama baik almamater yang kita cintai. Maka jaga sikapmu, jaga prilakumu, berikanlah yang terbaik, berbuatlah secara total,  mengabdilah secara total ditempat yang anda tuju semua, insyaallah manfaat akan selalu mengikuti atas usaha yang anda lakukan selama menjalankan program Ijtima’iyyah,” pesan K.H Muhamad Hanif kepada para santri kelas Ulya dalam sambutannya. (Thoriq)