Pendaftaran Santri dan Santriwati Baru 2020

A. ALUR PENDAFTARAN SANTRI BARU

  1. Mengisi formulir pendaftaran di  https://forms.gle/jJBk54xTqnUxok4cA
  2. Menyelesaikan administrasi via transfer ke rekening Mandiri 1360088995599 (A.n Yayasan Edi Mancoro) dan konfirmasi pembayaran ke 085876079519
  3. Pendaftar bersama orang tua/wali datang ke kantor BLK menemui Panitia Pendaftaran
  4. Sowan Kiai.
  5. Penempatan Kamar
  6. Tes KDII
  7. Sosialisasi Kepesantrenan dan Kelembagaan

B. KETENTUAN SANTRI

  1. Beriman kepada Allah SWT
  2. Mendapatkan Izin dari Orangtua
  3. Tidak menghadapi masalah hukum
  4. Mengikuti program khidmah/ pengabdian
  5. Bersedia mengikuti tata-tertib pondok pesantren
  6. Bersedia mengikuti tes
  7. Diperbolehkan Melakukan perizinan pulang setelah 40 hari menetap di pondok

C. SYARAT PENDAFTARAN

  1. Fotocopy KTP (1 lembar)
  2. Fotocopy KK (1 lembar)
  3. Foto Background Merah 3×4 (3 lembar)
  4. Mengisi Formulir Pendaftaran 
  5. Menyelesaikan Administrasi
  6. Mengisi Surat Pernyataan (File Bisa di Dwonload dibawah ini)
    a. Surat Pernyataan Santri
    https://bit.ly/2AqAZu0
    b. Surat Pernyataan Wali Santri
    https://bit.ly/2UDi5qL
    c. Surat Pernyataan Pengabdian
    https://bit.ly/3dVQhpi

D. BIAYA PENDAFTARAN

  1. Santri Baru
    Biaya Administrasi Rp   50.000
    Sarana Prasarana Rp 300.000
    Infaq Rp 500.000
    Syahriyah Rp 125.000
    Registrasi KDII Rp 100.000
    Perpustakaan Rp   50.000
    KTS Rp   15.000
    Kalender          2021 Rp   25.000
    Kesehatan  Rp   15.000
    Jaz Almamater Rp 175.000
    Simpanan Wajib Koppontren Rp   10.000
    Pembuatan Buku Doa Rp   15.000
    Majalah                        Rp  25.000
    TOTAL Rp  1.405.000
  2. Santri Lama
    KDII Rp   75.000
    Syahriyah Rp 125.000
    Kalender          2021    Rp   25.000
    Kesehatan Rp   15.000
    Majalah Rp  25.000
    TOTAL Rp 265.000

E. BIAYA BULANAN

Syahriyah Pondok Rp 125.000

Corona dan Sosial Santri: Pengaruh Covid-19 terhadap Sosial Santri Edi Mancoro

Oleh: Siti Fatimah

Ratusan Santri Dipulangkan

Ratusan santri Edi Mancoro terpaksa harus dipulangkan ke rumah masing-masing. Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona. Mengingat jumlah orang berstatus positif terkena virus corona di Jawa Tengah semakin meningkat. Perpulangan santri Edi Mancoro dimulai sejak Minggu (29/4). Keputusan ini berdasarkan keputusan pengasuh beserta pimpinan lembaga pondok. Para santri harus dijemput orang tuanya, dilarang menggunakan transportasi umum dan tidak boleh mampir-mampir. Orang tua atau wali yang menjemputpun tidak boleh masuk area pondok, cukup di titik penjemputan serta dilakukan penyemprotan disinfektan kepada kendaraan-kendaraan penjemput. Namun beberapa santri tidak boleh pulang  yakni yang daerahnya sudah masuk zona merah, Kamis (26/4/2020), “lebih baik di pondok saja, untuk saat ini kalian mending mementingkan diri sendiri dulu jangan orang lain”, dawuh  Kiai Hanif selaku pengasuh.

Sebelum pulang seluruh santri juga diwajibkan bersih-bersih pondok secara massal, diantaranya seluruh peralatan tidur di jemur, karpet-karpet dicuci, dan dilakukan penyemprotan disinfektan di area pondok dan sekitarnya. Dalam surat keputusan yang ditandatangani oleh pengasuh, dijelaskan bahwa santri Edi Mancoro kembali masuk pada, Kamis (4 Juni 2020). Selama di rumah, wali santri diharap memantau putra-putrinya untuk melakukan hal-hal positif diantaranya; istighosah bersam keluarga, mengerjakan tugas kuliah online, tadarus al-qur’an, muroja’ah kitab dan hafalan qur’an. Kemudian santri juga dihimbau agar tidak keluar rumah kecuali ada hal penting yang mengharuskan keluar, menjaga pola makan, hidup sehat, serta mengikuti petunjuk-petunjuk kesehatan tentang antisipasi penyebaran virus corona dari puskesmas terdekat.

Penerapan Physical Distancing

Santri yang tidak pulang juga dilarang keluar area pondok jika tidak ada kepentingan, “jika ingin mencari makanan, di sekitar pondok saja, di koperasi pondok atau warung sekitar,” dawuh Kiai Hanif. Semua kebutuhan santri akan disediakan oleh koperasi pondok. Sebelum masuk kamar masing-masing pun diharapkan selalu mencuci tangan terlebih dahulu di kran yang sudah disediakan hand sanitizer. Physical distancing yang diterapkan di pondok pesantren Edi Mancoro tersebut yakni dengan tidak melakukan kontak fisik secara langsung, misalnya bersalaman, tidak berpelukan, menjaga jarak minimal 1 meter, tutup hidung dan mulut ketika batuk & bersin, dilarang menerima tamu. Selain itu wali santri juga dilarang bertamu atau mengunjungi keluarga yang ada di pesantren. Jika keadaan terpaksa menerima tamu, maka harus diadakan pengecekan terlebih dahulu oleh penjaga pondok serta sterilisasi ringan dengan hand sanitizer atau disinfektan. Dilarang pula menerima pengiriman paket dalam bentuk apapun. Apabila terpaksa menerima akan disterilkan dengan disinfektan dan dijemur terlebih dahulu.

Penundaaan dan Pembatalan Acara

Virus corona yang mewabah menimbulkan berbagai masalah kehidupan yang cukup rumit, dan menjadi menakutkan. Meluasnya virus corona ini tidak hanya berdampak pada kesehatan, tempat wisata ataupun tempat ramai yang biasanya dikunjungi wisatawan asing maupun domestik yang mengalami penuruna drastis. Dengan demikian, tidak berbeda dengan acara-acara atau event di Pondok Pesantren Edi Mancoro yang diputuskan untuk dibatalkan atau ditunda akibat virus corona hingga kondisi dan situasu benar-benar aman. Adapun acara-acara besar yang akan diselenggarkan dalam waktu dekat yang  harus dibatalkan yaitu;

  • Festival Banjari se-Jateng & DIY 2020

Festival banjari ini biasanya dilaksanakan sebelum acara haflah atau biasanya akrab disebut dengan acara pra haflah. Dalam akun resmi instagram @ponpes.edimancoro, penyelenggara atau panitia Festival Banjari dengan berat hati mengumumkan pembatalan acara ini, setelah mempertimbangkan kesehatan dan arahan pemerintah agar membatalkan ataupun menunda acara-acara yang mengumpulkan banyak orang. Total ada 36 grup rebana se-Jateng DIY yang mendaftar akan mendapat pengembalian dana. Panitia kembali meminta maaf khususnya untuk 36 grup rebana yang sudah mendaftar. Festival Banjari se-Jateng DIY ini acara pra haflah tahunan, untuk tahun ini seharusnya menjadi penyelenggaraan ketiga yang akan berlangsung pada 1 April 2020 di halaman Pondok Pesantren Edi Mancoro.

  • Lomba anak ceria

Berbagai acara besar Pondok Pesantren Edi Mncoro dibatalkan guna mengantisipasi penyebaran wabah virus corona, termasuk Lomba Anak Ceria 2020, yang seharunya diselenggarakan pada 2 April 2020. Lomba anak ceria merupkan acara tahunan termasuk dalam rangkaian acara pra haflah akhirussanah dan haul Mbah Mahfud Ridwan. Acara ini adalah lomba anak yang diikuti anak TK dan SD se-Kabupaten Semarang untuk mengembangkan bakat mereka. Adapun lomba-lomba yang akan diselenggarakan yaitu lomba mewarnai, menyanyi, lomba hafalan surat pendek, menggambar, da’i cilik, dan kolase. Panitia memutuskan untuk membatalkan acara ini setelah pemerintah mengumumkan larangan mengadakan event di Indonesia.

  • Bazar

Sekitar 14 pendaftar peserta Bazar di Edi Mancoro resmi dibatalkan. Batalnya acara tersebut setelah pemerintah mengeluarkan statement untuk tidak membuat acara yang sifatnya mengumpulkan banyak orang demi mencegah penyebaran virus corona. Awalnya acara bazar ini juga akan berlangsung  selama 3 hari yakni selama festival dan lomba-lmba berlangsung serta pada puncak acara haflah akhirusanah pada 1-3 April 2020. 

Adapun acara Haflah Akhirussanah dan Haul Mbah Mahfud Ridwan ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan, mengingat virus corona di Jawa Tengah khususnya daerah Semarang semakin meningkat. Acara ini sudah disiapkan lebih dari 4 bulan lamanya, namun dengan berat hati pengasuh pondok pesantren Edi Mancoro mengeluarkan surat keputusan untuk menunda acara ini. Penundaaan acara tersebut atas dasar rapat terbatas antara pengasuh, asatidz, pimpinan lembaga dan panitia haflah tentang antisipasi meluasnya wabah virus corona.

Pendaftaran Baru SD Unggulan Edi Mancoro

Untuk Pendaftaran Online Klik Tantuan di Bawah Ini :

https://forms.gle/sC9fedow3VDCtSoF9A

  1. Visi dan Misi

VISI

“UNGGUL DALAM SPIRITUAL, INTELEKTUAL, DAN BERPRESTASI SERTA BERWAWASAN QUR’ANI”

MISI

  1. Membentuk peserta didik yang berkarakter, dinamis dalam pengembangan nilai spiritual dan Intelektual.
  2. Mengembangakan dan membentuk keperibadian peserta didik untuk memajukan berbagai potensi diri pesrta didik, baik akademik maupun non akademik.
  3. Memupuk benih jiwa kemandirian, toleransi dan cinta tanah air. Membekali peserta didik dengan berbagai pengetahuan baik akademik maupun non akademik.
  4. Mendampingi peserta didik dalam belajar Al-Qur’an serta menghafalkannya
  • Kurikulum

Sistem pembelajaran yang diterapkan di SD Unggulan Edi Mancoro mengacu pada kurikulum 2013 Kementrian Pendidikan dan Kementrian Agama yang dipadukan dengan kurkulum sekolah yang memuat pendidikan islam dengan sistem pendidikan khas tradisi pesantren.

  • Waktu Pendaftaran

Waktu Pendaftaran     : 15 Januari 2020-15 Juli 2020

Jam                              : 08.00-14.00

Hari                              : Senin- Sabtu

Tempat                      : Kantor SD Unggulan Edi Mancoro

Contact Person    : Anida (085727743334)

                                      Fauzi  (085729617347)

  • Syarat Pendaftaran
  • Foto 3 x 4 backgroumd merah ( 3 lembar)
  • Foto Copy Ijazah TK/RA (menyusul)
  • Foto copy KK
  • Foto copy KTP orang tua
  • Foto copy Akta Kelahiran
  • Mengisi formulis pendaftaran
  • Usia Calon peserta didik ≥ 6,3 tahun
  • Biaya Pendaftaran
1 Pendaftaran Rp. 100.000
2 Infaq Rp. 300.000
Rp. 500.000
> Rp. 500.000
3 SPP Rp. 255.000
4 Seragam
– Putra Rp. 340.000
– Putri Rp. 400.000
5 Buku Rp. 400.000
6 Kalender Rp. 25.000

*Seragam

  • 1 Stel baju identitas
  • 1 stel baju olahraga
  • 1 stel baju diniyah

** untuk seragam merah putih dan pramuka tidak

Rincian SPP

Makan SPP Total
100.000 155.000 255.000


  • Ekstrakurikuler       
1. Pramuka
2. Kesenian :
a. Khot/Kaligrafi
b. Rebana
c. Tilawah
d. Seni Musik
e. Seni Tari
3. Olahraga :
a. Badminton
b. Sepakbola
c. Futsal
d. Catur
e. Takraw
4. Komputer
  • Kegiatan Harian
1. Pembiasaan Pagi
Asma’ul Husna
Tahfidz Juz Amma
Tahsin metode Ummi
Language Day
2. Pembiasaan Siang
Sholat Dzuhur Berjama’ah
Imla’
Madrasah Diniyah
  • Program Unggulan
1. Manasik Haji
2. Outing Class
3. Tadabbur Alam
4. Madrasah Diniyah
5. Bilingual
6. Tahfidz Juz 30
  1. Fasilitas
1. Sarana Ibadah
2. Perpustakaan
3. Media Audio dan Visual
4. Aula / Ruang Serbaguna
5. Laboratorium Komputer
6. Lapangan Olahraga

Pelepasan Santri Kelas Ulya untuk Mengikuti Program Ijtima’iyyah

EM Pers, Kab. Semarang- Pelepasan santri kelas Ulya program Ijtima’iyah Kuliyyatu ad-Dirosah al-Islamiyah wa al-Ijtima’iyyah (KDII) Pondok Pesantren (Ponpes) Edi  Mancoro di Aula Ponpes Edi Mancoro, Sabtu (23/11/2019) Malam.

Program Ijtima’iyyah tersebut diikuti sebanyak 48 santri kelas Ulya yang dibagi menjadi 8 kelompok. Adapun pelaksanaan program Ijtima’iyyah berada di tiga kecamatan yaitu Banyubiru, Getasan dan Tuntang. Kecamatan Banyubiru berada di dusun Kemambang, Puwono dan Nglembu, kecamatan Getasan berada di dusun Batur, Thekelan dan Nglelo, kecamatan Tuntang berada di dusun Dampit dan Rembes.

Ketua panitia program Ijtima’iyyah, Saefudin as-Syafi’I menyampaikan salah satu syarat kelulusan KDII dengan mengikuti program Ijtima’iyyah. “Ijtima’iyyah Ponpes Edi Mancoro adalah salah satu syarat wajib kelulusan, untuk tahun ini program Ijtima’iyyah dilaksanakan selama dua minggu yang dimulai 24 November sampai 8 Desember 2019,” kata Saefudin.

Pengasuh Ponpes Edi Mancoro, K.H Muhamad Hanif, M.Hum dalam sambutannya menuturkan selain dengan mengikuti program Ijtima’iyyah, santri juga harus membuat Karya Tulis Ilmiah (KTI) sebagai sayarat kelulusan. “Cita-cita besar KDII diantarannya adalah mewujudkan program pengabdian dimasyarakat serta membuat KTI, semua muaranya adalah sebagai proses untuk mendewasakan diri serta mematangkan ilmu yang sudah didapat dari kajian yang ada,” tutur K.H Muhamad Hanif

Beliau juga secara langsung melepas para santri untuk mengikuti program Ijtima’iyyah. “Dengan mengucap Bismillaahir rohmaanir rohiim santri kelas Ulya resmi dilepas ketempat masing-masing,” yang disambut dengan tepuk tangan para santri.

“Anda diterjunkan dimasyarakat sekaligus membawa nama baik almamater yang kita cintai. Maka jaga sikapmu, jaga prilakumu, berikanlah yang terbaik, berbuatlah secara total,  mengabdilah secara total ditempat yang anda tuju semua, insyaallah manfaat akan selalu mengikuti atas usaha yang anda lakukan selama menjalankan program Ijtima’iyyah,” pesan K.H Muhamad Hanif kepada para santri kelas Ulya dalam sambutannya. (Thoriq)

 

Edi Mancoro, Pelopor Perdamaian Umat Beragama

Gedangan, EM Pers- Pondok Pesantren Edi Mancoro kedatangan tamu dari mahasiswa UIN Walisongo dalam rangka Kuliah Kerja Lapangan (KKL), Jum’at, (13/9/2019).

Dalam kunjungannya kali ini, para mahasiswa berdiskusi bersama K.H Muhamad Hanif selaku pengasuh Ponpes Edi Mancoro dengan tema Etika Dialog antar Agama. Diikuti oleh 8 dosen dan 92 mahasiswa dari prodi Aqidah Filsafat (AFI) Islam dan Studi Agama – Agama (SAA) Fakultas Ushuluddin dan Humaniora.

Ponpes Edi Mancoro dipilih menjadi salah satu destinasi KKL mahasiswa UIN Walisongo, dikarenakan, ponpes Edi Mancoro mashur dengan pluralisme-nya.

Dosen UIN Walisongo, Zainul Atfal, mengatakan, ponpes Edi Mancoro menjadi stage holder perdamaian di Salatiga bahkan Jawa Tengah, terbukti dengan konsistennya pesantren dalam mengawal resolusi konflik dan deradikalisasi serta konsisten dalam menjaga kedamaian antar umat beragama.

Dosen bersama mahasiswa UIN Walisongo merasa bahagia dapat melaksanakan diskusi. Karena background mereka dengan pesntren hampir sama yakni menjunjung tinggi toleransi beragama.

“Pesantren menjadi refleksi yang humans dan toleran dalam menjaga perdamaian umat beragama. Hal tersebut, tak hanya dilaksanakan secara teoritis saja, toleransi beragama yang ada di pesantren ini juga dilaksanakan secara praktik,” imbuh beliau.

Diskusi dalam kunjungan KKL UIN Walisongo dipimpin langsung oleh K.H Muhamad Hanif, beliau mengawali diskusi dengan berkisah tentang sejarah pesantren dan lembaga kemasyarakatan yang bergerak dibidang toleransi beragama yang lahir di ponpes Edi Mancoro.

“Pesantren ini termasuk menjadi pelopor perdamaian antar umat beragama di Salatiga dan sekitarnya, ada beberapa lembaga sosial kemasyarakatan yang bergerak dibidang kedamaian umat antar agama diantaranya LSM Desaku Maju, Forum Gedangan dan Sobat,”  ungkap K.H Muhamad Hanif selaku narasumber dalam diskusi.

Beliau juga berpesan kepada mahasiswa UIN Walisongo, agar selalu menjaga perdamaian dan kerukunan antar umat beragama kapanpun dan dimanapun. (TBF)

Bulan Muharram, Bulan Mulia

EM Pers, Gedangan- para santri pondok Pesantren Edi mancoro merayakan tahun baru 1 Muharram 1441 Hijriyah dengan penuh semangat dan antusias. Setelah membaca do’a akhir tahun yang dipimpin oleh Kiai Manaf, ba’da ashar, dilanjut dengan istighotsah dan pengajian memperingati tahun baru Hijriyah bersama warga Dusun Bandungan, bertempat di Masjid Darussalam.

Istighotsah dan Pengajian dimulai ba’da isya’, diawali dengan sholat tasbih berjama’ah, istighotsah, pembacaan tahlil dan mau’idzoh hasanah. Mau’idzoh hasanah diisi oleh Kiai Zuhdi, sekaligus memimpin do’a awal tahun.

Dalam Mau’idzohnya, Kiai Zuhdi, menyampaikan, ada empat bulan utama yang dimuliakan oleh Allah SWT., salah satunya bulan Muharram, Sabtu, (31/8/2019) malam.

“Diberi kesempatan untuk bisa bertemu dengan tahun baru Hijriyah dan bula Muharram merupakan salah satu nikmat besar yang Allah berikan pada kita. Dimana bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah. Selain itu di bulan Muharram juga terdapat amalan-amalan dan do’a-do’a yang dianjurkan dalam Islam”, imbuh beliau.

Di bulan Muharram ini, Kiai Zuhdi berpesan, agar selalu memperbaiki diri selagi masih diberi kesempatan. Bagi para kaum muda, untuk manfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin, dengan giat melaksanakan sholat dan berdzikir.

Para santri bersama warga antusias mengikuti acara sampai paripurna, acara ditutup dengan do’a bersama yang juga dipimpin oleh Kiai zuhdi. (AN)

Berkurban, Bentuk Ketaatan dan Kepatuhan pada Allah SWT.

Gedangan, EM Pers- Santri Pondok Pesantren Edi Mancoro bersama masyarakat dusun Bandungan melaksanakan Shalat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1440 Hijriah, Minggu (8/11/2019), di Masjid Darussalam, Gedangan, Tuntang.

Beberapa warga sedang memotong-motong daging korban bersama para santri

 “Melaksanakan sholat ied dapat membawa kita pada ketentraman jiwa dan kekuatan iman, juga dapat memperkuat ukhuwah islamiyah. Sedangkan dari sejarah kurban  kita diajarkan untuk selalu taat kepada Allah SWT..”, ungkap ustad Zuhdi dalam khotbahnya

Pada kesempatan kali ini, yang bertugas sebagai Khotib adalah Ustad Zuhdi, sedangkan Imam adalah Ustad Mulyadi. Dalam khotbahnya, Ustad Zuhdi menyampaikan agar umat islam pada kesempatan Hari Raya Idul Adha untuk melaksanakn Sholat ied dan berkurban.

Ustad Zuhdi juga menyampaikan bahwa kurban memiliki makna sosial yang mendalam, yang terealisasikan dalam pembagian daging kurban. Beliau juga berharap agar korban kali ini mendapat berkah dan ridho dari Allah SWT..

Dalam kesempatan Hari Raya Idul Adha, Masjid Darussalam Gedangan, berkurban sebanyak 16 ekor hewan kurban. Terbagi dalam 6 ekor sapi dan 10 ekor kambing, 3 ekor kambing diantaranya merupakan aqiqoh dari warga dusun Bandungan. Pendelegasian daging kurban sendiri diutamkan untuk masyarakat Dusun Bandungan dan desa tetangga yang tidak menyelenggarakan kurban.

“Kurban merupakan kegiatan ritual rutin bagi masyarkat Islam saat Hari Raya Idul Adha, tujuan utamanya untuk membumikan asma Allah SWT., sesuai dengan anjuran agama tentunya”, ujar Tanwi Selaku ketua panitia kurban Masjid Darussalam Gedangan

Beliau juga berharap agar masyarakat Dusun Bandungan pada khususnya untuk selalu meningkatkan kualitas ibadah, salah satunya dengan berkurban pada Hari Raya Idul Adha, karena kurban sendiri memiliki makna dan filosofi yang luas.

Sebelum melaksanakan proses penyembelihan hewan kurban, masyarakat Dusun Bandungan serta santri Pondok Pesantren Edi Mancoro melaksanakan tasyakuran di Masjid Darussalam yang dipimpin oleh ustad Ali Nugroho. (TBF)

Santri Tak Hanya Ngaji, Juga Harus Berorganisasi

Beberapa perwakilan lembaga mempresentasikan lembaga masing masing

Gedangan, Em Pers- perwakilan segenap pengurus lembaga Yayasan Edi Mancoro menghiasi kemeriahan malam Jum’at di Aula Utama gedung Mahfud Ridwan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan lembaga yang berada dibawah naungan Yayasan Edi Mancoro kepada seluruh santri.

Pengenalan lembaga ini dimulai setelah pembacaan barzanji rutin yang dilaksanakan setiap malam Jum’at. Pengenalan lembaga kali ini lebih ditujukan kepada santri baru sebagai ajang pengenalan lembaga-lembaga yang berada dibawah naungan Yayasan Edi Mancoro. Pengenalan kali ini dilaksanakan dengan mempresentasikan kegiatan yang ada pada lembaga masing – masing, Kamis (8/8/2019).

Di dalam Pondok Pesantren Edi mancoro sendiri, memang terdapat banyak lembaga yang mengatur setiap kegiatan dibidangnya yang dinahkodai oleh para santri sendiri. Hal ini bertujuan agar para santri bisa belajar berorganisasi didalam lembaga tersebut.

“Santri tak hanya bisa ngaji tok, tetapi juga harus berlatih berorganisasi”, ungkap Muhammad Syukri Abadi selaku ketua OSEM ditengah presentasinya.

Setiap lembaga diberi waktu maksimal lima menit untuk mempresentasikan kegiatan yang ada. Adapun lembaga-lembaga tersebut diantaranya OSEM (Organisasi Santri Edi Mancoro), KDII (Kulliyatud Diraasah al-Islaamiyyah wal-Ijtimaa’iyyah), MQ (Madrasatul Qur’an), Biro Bahasa Tsurayya (Student Language Center), UPT Perpus, TBB (Tarbiyatul banin wal Banat), Laziskaf Edi Mancoro, MRI (Mahfudz Ridwan Institute), KBIH al-Qiro, Koppontren, dan yang terakhir Pers Edi Mancoro.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri, para santri mengikuti dengan penuh antusias. Acara ini ditutup dengan do’a bersama. (AN)

Cak Fai: “Segala Sesuatu Karena Cinta”

Gus Hanif (kiri) bersama bapak Ahmad Fa’idi (kanan)

Gedangan, Em Pers- Kegiatan rutinan Dzikir Ajeg Seloso Kliwon (SK) Pondok Pesantren Edi Mancoro berlangsung meriah. Pada kesempatan kali ini bertemakan keutamaan mulia di bulan Dzulqo’dah dengan pembicara Kiai Muhamad Hanif, M.Hum dan Bapak Ahmad Fa’idi atau yang akrab disapa cak Fai. Kegiatan ini diselenggarakan di depan gedung Mahfud Ridwan Pondok Pesantren Edi Mancoro, Selasa (8/7/2019).

Kegiatan rutinan Seloso Kliwon kali ini berlangsung dengan meriah dan berbeda. Hal tersebut dikarenakan, tak hanya grup Seloso Kliwon saja yang tampil, namun juga grup Musikalisasi Hadis IAIN Salatiga ikut memeriahkan kegiataan ini. Kegiatan kali ini juga dihadiri beberapa tamu undangan diantaranya dosen Fakultas Ushuludin IAIN Salatiga, PMII Kota Salatiga, IPNU IPPNU Kecamatan Tuntang.   Para santri juga tak mau ketinggalan untuk memeriahkan serta mengikuti rutinan SK kali ini.

Pada kesempatan kali ini SK mengangkat tema keutamaan mulia di bulan Dzulqo’dah, dengan pembicara Kiai Muhamad Hanif, M.Hum dan Bapak Ahmad Fa’idi. Diskusi berjalan dengan seru dan menarik, karena kedua pembicara mengajak audience untuk berfikir secara kritis dan mendalam. Dalam kesempatan kali ini, pak Fa’idi atau yang akrab disapa cak Fai tak mau menyia nyiakan kesempatan untuk berkolaborasi puisi dengan teman – teman Musikalisasi Hadis. Beliau membawakan puisi yang berjudul Berkumpul dengan Cinta.

Dengan statement cintanya cak Fai selaku pembicara mengajak audience untuk berfikir secara kritis. Beliau mengungkapkan bahwa segala sesuatu bersumber dari cinta.

“Segala sesuatu bersumber dari cinta, cinta dari Sang Maha Kasih. Maka dari itu dibulan Dzulqo’dah ini kita harus sering berbuat baik dan berkumpul bersama orang – orang sholeh agar dapat menjadi lantaran untuk menggapai cinta-Nya”, papar cak Fai

Semakin malam diskusi berjalan mengasyikkan, tak hanya penampilan dari tim Musikalisasi Hadis saja. Grup SK Old juga tak mau kalah dengan menyumbangkan beberapa lagu. Tak hanya itu diskusi kali ini juga diselingi dengan penampilan pasangan suami istri pak Fenis dan bu Pipit, keduanya merupakan dosen IAIN Salatiga dengan membawakan lagu yang berjudul keangkara murkaan.

Kiai Muhamad Hanif juga berpesan kepada para audience untuk selalu berbuat baik serta memaparkan fadhilah – fadhilah bulan Dzulqo’dah.

“Perbanyaklah berbuat baik, karena perbuatan baik inilah yang akan mendatangkan ridho dari Allah SWT., pada bulan yang mulia ini banyak keutamaan – keutamaan yang dapat kita lakukan diantaranya perbanyak membaca istighfar dan membaca sholawat,” papar Kiai Muhamad Hanif.

Banyak statement yang muncul dari kedua pembicara, statement yang menentramkan tentunya. Salah satunya ialah bila kita mencintai atau menyukai sesuatu karena bentuk maka kita tidak dapat menemukan hakekat hidup, mulailah mencintai atau menyukai suatu hal dari yang substansional agar kita menemukan hakekat hidup. Pada akhir diskusi cak Fai berpesan kepada para audience untuk hijrah dalam hal perspektif pemikiran dari bentuk ke yang substansional, agar kita bisa memaknai dan menghargai hidup. (TBF)