Webinar Literasi Digital Kominfo, Kiai Hanif Serukan “Think Globally, Act Locally”

Kab. Semarang, EM Pers- Dalam kesempatan mengisi materi di Webinar Literasi Digital Kominfo, Kiai Hanif mengingatkan perihal  “Think Globally, Act locally”. Artinya kita harus punya kemampuan berpikir global agar ladang wawasan kita tidak hanya dari satu persperktif, namun tetap harus mempertahankan kearifan lokal.

“Dalam hal ini adalah tidak melupakan budaya-budaya ketimuran dalam berinteraksi pun atau mengaktualisasikan budaya menjadi konten digital,” ujar Ketua Pemuda Ansor Kab Semarang itu.

Selain itu, ia juga mengingatkan untuk ber-tabayyun terhadap segala informasi. Sebagai bagian dari budaya digital, prinsip dasar pembuatan konten itu adalah paham dalam mengekstrak ide baik secara implisit maupun eksplisit dari media.

Baginya memiliki intuisi proteksi dalam membagikan informasi dan pemberdayaan internet untuk menghasilkan karya produktif adalah keharusan. “Kita harus memiliki kemampuan kurasi informasi serta menyimpannya agar dapat diakses kembali,” tuturnya.

Dalam webinar bertema “Membuat Konten Agama yang Positif di Media Sosial” (25/10/2021) ini juga mengundang beberapa narasumber lain. Di antaranya Eko Sugiono (Digital Marketer Expert), Abdul Rohim (Redaktur Langgar.co), M. Aziz Nasution (Pemimpin Redaksi Channel9.id), serta Cindy A. Endge (Content Creator) sebagai key opinion leader.

Eko Sugiono, seorang digital marketer expert mengungkapkan mengenai bagaimana kita bisa menghindari berita hoaks dengan mengetahui ciri-cirinya. “Salah satunya adalah jangan langsung percaya terhadap berita yang didalamnya menjelek-jelekan pihak lain,” katanya.

Selanjutnya, M. Aziz Nasution berpendapat bahwa tidak semua konten agama mengandung unsur dakwah yang menyejukkan dan mengajak kepada ketaatan. Maka, ia pun mengajak untuk senantiasa mempertimbangkan etika dalam membuat konten digital. “Maka mari kita berdigital mengunakan etika atau kemampuan dalam mencontohkan dan mempertimbangkan tata kelola digital dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya. (Mira, Annas/Red)

Kiai Hanif Ingatkan Santri untuk Senantiasa Meneladani Nabi Muhammad

Semarang, EM Pers – Kiai Muhamad Hanif mengajak santri meneladani sifat dan sikap Nabi Muhammad SAW. Hal itu beliau sampaikan saat mauidhoh hasanah dalam rangka Peringatan Maulid Nabi. Rangkaian kegiatan telah dilaksanakan, termasuk bersholawat bersama di aula setiap malam selama kurang lebih 2 minggu.

“Sejelek-jeleknya menusia pasti akan memperoleh syafa’at dari Kanjeng Nabi Muhammad SAW,” jelasnya, Senin (18/10/21) malam.

Menurutnya, peringatan maulid ini dapat membukakan mata terkait peran sosial, politik, budaya, dan ekonomi yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad. Ia adalah seorang panutan yakni shidiq, amanah, fatonah, dan tablig.

Selain itu, beliau juga menjelaskan tentang keutamaan membaca sholawat. Beliau menegaskan jangankan manusia, Allah SWT dan malaikat saja bersholawat kepada Muhammad SAW.

“Makhluk yang paling dicintai Allah adalah Nabi Muhammad Saw. Tentu segala sesuatu yang berkaitan dengan Nabi Muhammad pasti selalu banyak faedah di dalamnya. Tentu kita berharap kita akan menjadi golongan beliau di Yaumul Qiyamat nanti,” tuturnya.

Intan Permata Sari (18) selaku santri mengatakan pembacaan sholawat adalah bentuk rasa cinta kepada Nabi Muhammad. “Semoga dapat mencontoh perilaku beliau dan memperoleh syafa’at-nya di akhir nanti,” ujarnya. (Mira, Indah, Anas/Red)