Harlah Ke-31, Menuju Sholih Ritual, Sholih Sosial, Sholih Digital

Kab. Semarang, EM Pers- Harlah Pondok Pesantren Edi Mancoro ke-31 mengangkat tema “Sholih Ritual, Sholih Sosial, Sholih Digital”. Rangkaian acara telah dimulai sejak pertengahan Desember kemarin, dan malam puncaknya Kamis (31/12/20) malam di aula utama pesantren.


Budi Santoso, selaku ustadz yang mewakili pengasuh untuk memberikan sambutan menyampaikan, sholih ritual, sholih sosial, sholih digital merupakan tuntutan yang harus ada pada diri santri.


K.H Abdul Basith dalam mauidhoh hasanah-nya mengatakan, kunci dari sholih ritual yaitu santri jangan sampai ada yang meninggalkan sholat jama’ah. Seperti yang dikatakan oleh KH. Mahrus Ali Lirboyo “Al jama’atu umur riyadhoh”.


Lalu, menurutnya, yang paling sholih sosial adalah pondok pesantren. Ketika di pesantren, dengan segala kalangan dari daerah yang berbeda-beda bisa saling menghargai dan kebal akan adanya bully-an. “Hal ini menjadikan santri kuat kelak di masyarakat. Bukan hanya di pesantren, akan tetapi ketika sudah menjadi alumni harus bisa sholih sosial dengan masyarakat,” lanjutnya.


Sebelum Kiai Basith memberikan ceramah, acara dimeriahkan oleh penampilan musikalisasi puisi oleh santri. Selain itu, ada juga prosesi pemotongan tumpeng, dan pembagian hadiah lomba-lomba yang telah dilaksanakan sebelumnya.


Siti Jamilah (21) selaku panitia acara menyampaikan acara harlah kali ini berbeda dengan harlah pada tahun-tahun sebelumnya. “Walaupun acara harlah tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya tetapi kami (panitia) mencoba untuk membuatnya tetap meriah dengan berbagai lomba-lomba seperti pidato bahasa jawa, drama, kebersihan dan prakarya,” pungkasnya. (DLM/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *