Bulan Muharram dalam Budaya Jawa

Kab. Semarang EM Pers- Acara Dzikir Ajeg Seloso Kliwon dalam rangka menyambut tahun baru Islam 1442 H di halaman Gedung K.H Mahfud Ridwan, Senin (31/8/2020) Malam.

Acara Dzikir Ajeg seloso Kliwon kali ini mengusung tema yaitu “Muharram dalam Perspektif Budaya Jawa”. Kegiatan rutinan ini tidak hanya dihadiri oleh seluruh santri Pondok Pesantren Edi Mancoro (Ponpes Edi Mancoro) saja, tetapi ada beberapa tamu undangan dan anak-anak penerima santunan dari Lembaga Amil Zakat Infaq Sedekah dan Wakaf (Laziskaf).

Sebelum acara dimulai, ada sedikit sambutan terlebih dahulu dari K.H Muhamad Hanif selaku pengasuh Ponpes Edi Mancoro serta dimeriahkan oleh penampilan grup musik Seloso Kliwon (SK). Pada kesempatan kali ini dihadiri oleh dua pemateri yaitu, Ahmad Faidi dan Ahmad Dimyati.

Ahmad Faidi dan Ahmad Dimyati saat memaparkan materi di Ponpes Edi Mancoro

Ahmad Dimyati menyampaikan hendaknya ketika bulan Muharram kita lebih berdiam diri dan meninggalkan duniawi.

“Berdiam diri bukan berarti tidak berbuat apa-apa, akan tetapi merenungi kekuasaan Allah yang menjadikan kita merasa sangat kecil dimata-Nya dan meninggalkan duniawi bukan berarti pasrah untuk kehidupan duniawi tetapi membatasi sesuatu yang sekiranya tidak terlalu dibutuhkan,” ungkapnya.

Ahmad Faidi menyampaikan bahwa orang-orang yang bertakwa adalah orang-orang yang percaya pada hal yang gaib.

“Sebenarnya jika kita mau mengeksploitasi sedalam-dalamnya kebudayaan yang kita miliki adalah rasional, karena tidak ada satupun yang tidak rasional. Hal itu cara Allah untuk memberi pemahaman hambanya yang telah dikasih potensi akal,” ujarnya. (Mira, Dimas, Lu’lu/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *