Haflah Akhirussanah, Khotmil Qur’an dan Haul Al Maghfurlah K.H Mahfud Ridwan Ke-3 Pondok Pesantren Edi mancoro

Kab. Semarang, EM Pers- Acara Haflah Akhirussanah, Khotmil Qur’an dan Haul Al Maghfurlah K.H Mahfud Ridwan Ke-3 Pondok Pesantren (Ponpes) Edi mancoro dilaksanakan di depan halaman Gedung Utama KH. Mahfud Ridwan, Minggu (27/9/20) Malam. Acara ini juga disiarkan langsung melalui channel Youtube Edi Mancoro.

Pada acara kali ini bersifat tertutup dibuktikan hanya dihadiri oleh seluruh santri dan tamu undangan saja. Sebelum memasuki tempat acara diadakan pengecekan suhu dan penyemprotan hand sanitizer terlebih dahulu serta diwajibkan untuk memakai masker bagi para santri dan tamu undangan.

Acara ini diikuti oleh 126 peserta meliputi, peserta bin nadhor 30 juz yang berjumlah 44 santri , peserta bil ghoib juz 30 yang berjumah 72 santri, dan peserta bil ghoib 30 juz yang berjumlah 10 santri.

Alamul Huda selaku perwakilan wali santri mengucapkan banyak terimakasih kepada pengasuh Ponpes Edi Mancoro yang sudah merawat dan menyempatkan waktu membimbing para santri.

“Saya selaku perwakilan wali santri tidak bisa memberi apa-apa hanya dapat mengucapkan jazakumullah ahsanal jaza dan semoga santri putra dan santri putri menjadi berbakti kepada kedua orangtua dan sholih sholihah“, tambahnya.

KH. Muhamad Hanif selalu pengasuh Ponpes Edi Mancoro dalam sambutannya mengatakan, “Yang seharusnya khataman ini dilakukan pada tanggal 3 April diundur sampai sekarang, karena situasi yang tidak memungkinkan. Dalam hal ini yang asalnya khotimat bil ghoib 30 juz hanya 4 orang, menjadi 10 orang,” ungkapnya.

Pada acara kali ini terdapat sedikit kendala dalam cuaca yang mengakibatkan pelaksanaan acara sedikit terhambat namun tidak menyurutkan semangat para santri dalam mengikuti acara.

Muhammad Lukman Hakim (20) selalu panitia acara menyampaikan acara kali ini berjalan lancar walaupun sedikit terkendala hujan di awal acara.

“Alhamdulillah acara kali ini berjalan lancar walaupun sedikit terkendala molor setengah jam dikarenakan turun hujan, tapi di tengah acara itu bisa disesuaikan dengan jadwal sesuai rencana,” ujarnya. (Mira, Dimas, Lu’lu/Red)

 

Sima’an Khataman 30 Juz Bil Ghoib di Pondok Pesantren Edi Mancoro

Kab.semarang, EM Pers- Pondok Pesantren (Ponpes) Edi Mancoro adakan sima’an peserta khataman 30 juz bil ghoib di Gedung Utama K.H Mahfud Ridwan, Jum’at (11/9/20) Siang. Sima’an khataman ini dilaksanakan secara maraton selama dua hari.

Sebelum acara dimulai, ada sedikit sambutan terlebih dahulu dari K.H Muhamad Hanif selaku pengasuh Ponpes Edi Mancoro. Ia menyampaikan bahwa anak kecil lebih mudah menghafal Al-Qur’an daripada orang dewasa.

“Anak kecil lebih mudah menghafal Al-Qur’an daripada orang dewasa karena anak kecil lebih mudah meniru apapun yang diucapkan sebagaimana para sahabat meniru apa yang diucapkan Nabi Muhammad SAW,” ungkapnya.

Dengan adanya sima’an kali ini, ia berharap khatimin dan khatimat Al-Qur’an bisa menjaga hafalannya, karena menurutnya menjaga lebih sulit daripada menghafal.

“Sima’an 30 juz agar hafalan bisa terikat. Supaya lebih meningkat apa yang kamu hafalkan, karena menjaganya jauh lebih sulit dibandingkan menghafalkannya,” tambahnya.

Sima’an kali ini diikuti oleh sepuluh khatimin dan khatimat yaitu, Ilya Mahmudah,  Siti Jamilah Kholifah, Ma’rifatul Fadhilah, Siti Nurul Faizah, Fida Munawaroh, Mohamad Al Jasim, Ismi Farihatul Wahidah, Mauizhotun Nafi’ah, Risydiana Tsani dan Umi Sa’adatul Maulidia.

Andi Saputra (21) selalu Ketua Panitia Khataman menyampaikan, acara khataman kali ini berjalan dengan lancar tanpa suatu halangan apapun.

“Acara khataman kali ini berjalan dengan khidmat dan lancar meskipun acara internal tanpa mengundang tamu dari luar, dan saya berharap para khatimin dan khatimat Al-Qur’an bisa menjadi ahlul quran semua,” pungkasnya. (Mira, Dimas, Lu’lu/Red)

Bulan Muharram dalam Budaya Jawa

Kab. Semarang EM Pers- Acara Dzikir Ajeg Seloso Kliwon dalam rangka menyambut tahun baru Islam 1442 H di halaman Gedung K.H Mahfud Ridwan, Senin (31/8/2020) Malam.

Acara Dzikir Ajeg seloso Kliwon kali ini mengusung tema yaitu “Muharram dalam Perspektif Budaya Jawa”. Kegiatan rutinan ini tidak hanya dihadiri oleh seluruh santri Pondok Pesantren Edi Mancoro (Ponpes Edi Mancoro) saja, tetapi ada beberapa tamu undangan dan anak-anak penerima santunan dari Lembaga Amil Zakat Infaq Sedekah dan Wakaf (Laziskaf).

Sebelum acara dimulai, ada sedikit sambutan terlebih dahulu dari K.H Muhamad Hanif selaku pengasuh Ponpes Edi Mancoro serta dimeriahkan oleh penampilan grup musik Seloso Kliwon (SK). Pada kesempatan kali ini dihadiri oleh dua pemateri yaitu, Ahmad Faidi dan Ahmad Dimyati.

Ahmad Faidi dan Ahmad Dimyati saat memaparkan materi di Ponpes Edi Mancoro

Ahmad Dimyati menyampaikan hendaknya ketika bulan Muharram kita lebih berdiam diri dan meninggalkan duniawi.

“Berdiam diri bukan berarti tidak berbuat apa-apa, akan tetapi merenungi kekuasaan Allah yang menjadikan kita merasa sangat kecil dimata-Nya dan meninggalkan duniawi bukan berarti pasrah untuk kehidupan duniawi tetapi membatasi sesuatu yang sekiranya tidak terlalu dibutuhkan,” ungkapnya.

Ahmad Faidi menyampaikan bahwa orang-orang yang bertakwa adalah orang-orang yang percaya pada hal yang gaib.

“Sebenarnya jika kita mau mengeksploitasi sedalam-dalamnya kebudayaan yang kita miliki adalah rasional, karena tidak ada satupun yang tidak rasional. Hal itu cara Allah untuk memberi pemahaman hambanya yang telah dikasih potensi akal,” ujarnya. (Mira, Dimas, Lu’lu/Red)

Sambut Bulan Muharram, Lazizkaf adakan Santunan Anak Yatim Piatu

Kab. Semarang, EM Pers- Bulan Muharrom identik dengan momentum meningkatkan ketaqwaan diri kepada Allah SWT, salah satunya menyantuni anak yatim. Dalam momentum emas ini Lembaga Amil Zakat Infaq Sedekah dan Wakaf (Laziskaf) Edi Mancoro menyantuni 23 anak yatim piatu di Desa Gedangan. Acara ini digelar bersamaan dengan Dzikir Ajeg Seloso Kliwon, pada Senin (31/8/2020) di depan Gedung K.H Mahfud Ridwan Pondok Pesantren Edi Mancoro.

Menurut keterangan Isnaniyah (22) selaku Ketua Lazizkaf, data muzakki didapatkan dari Kepala Dusun (Kadus) di Desa Gedangan. Isna juga berharap “Datanya itu kita minta dari Kadus dari setiap dusun di  Desa Gedangan,” jelasnya. Isna juga berharap semoga dengan santunan ini, dapat dan memberikan manfaat bagi mereka.

Dalam sambutannya, K.H Muhammad Hanif berterima kasih kepada para santri yang sudah ikut menyisihkan sebagian uang sakunya untuk para yatim piatu. “Terima kasih para santri yang ikut menyisihkan sebagian sakunya untuk bersama-sama berbagi dengan para aitam. Karena salah satu sunnah yang baik pada bulan muharram ini adalah berbagi dengan para aitam dan para duafa, sehingga InsyaAllah kita akan disayangi oleh Allah SWT,” ungkapnya.

Salah satu muzakki, Rosa (12) yang kebetulan juga salah satu siswa SDN 1 Gedangan bercerita datang bersama 4 temannya dengan rasa syukur dan bahagia. Hal itu dibuktikan dengan mereka sudah datang sebelum acara dimulai. (Anik/Red)