Bantuan APD Sebagai Wujud Kepedulian Sosial

EM Pers, Kab. Semarang- Penyerahan APD oleh Petugas Puskesmas yang didatangani bupati Kabupaten Semarang kepada beberapa Pondok Pesantren yang dinaungi oleh Puskesmas Gedangan, Selasa (11/08/2020) yang dilaksanakan sesuai protokol kesehatan. Hal ini dapat dilihat dari para tokoh pemerintah, santri dan panitia yang memakai masker dan disediakannya cuci tangan sebelum masuk ruangan.

Mundjirin selaku bupati Kabupaten Semarang mengatakan bahwa dalam proses penyerahan APD yang bertempat di Pondok Pesantren Edi mancoro ini sudah dilaksanakan sesuai protokol kesehatan, harapannya semoga hal ini tidak hanya diterapkan saat dalam kegiatan ini saja melainkan bisa diterapkan setiap harinya.

Ia berpesan pada semua masyarakat khususnya santri untuk tetap menaati protokol kesehatan. “Walaupun dalam lingkungan pondok pesantren yang tak luput dari yang namanya berkerumuan, mulai dari beribadah dengan tetap berjaga jarak, tidak bersalaman dan tetap mengenakan masker saat akan keluar pondok,” jelasnya.

Yulianti selaku Ketua Puskesmas Gedangan “Bahwa dimana saja kita harus menerapkan protokol kesehatan, pakai masker, cuci tangan dengan sabun, jaga jarak, jaga kesehatan agar imun selalu baik, istirahat cukup dan makan-makanan yang sehat,” ungkapnya.

Masyarakat mungkin banyak yang sudah paham namun ada juga yang belum dengan adanya new normal menganggap aktivitas mulai aktif padahal masyarakat harus tetap melakukan new normal beradaptasi dengan lingkungan baru,” tambahnya.

“Bantuan APD ini didistribusikan ke 26 Puskesmas yang ada di Kabupaten Semarang yang salah satunya di Gedangan,” ujar panitia acara dan juga Ketua Puskesmas

Nita Dwi Yanti (20) mengatakan “Saya sangat apreasiasi sekali dengan penyerahan bantuannya karena ini sangat membantu dan bermanfaat bagi santri-santri yang ada dinaungan dinas kesehatan Gedangan,”  ujar santri dari pondok Al Isti’anah

Dia juga menambahkan “Bahwa sebagai santri juga harus tetap menjaga protokol kesehatan seperti, cuci tangan, keluar pakai masker sampai makan pun memakai alat makan pribadi,” jelasnya. (Mira, Dimas, Lu’lu/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *