Kurban Sebagai Wujud Kepekaan Sosial

EM Pers, Kab. Semarang- Pelaksanaan solat Ied dan penyembelihan hewan kurban di Masjid Darussalam, Desa Gedangan, Jum’at (31/7/2020) Pagi, dilaksanakan sesuai protokol kesehatan. Hal ini bisa dilihat dari masyarakat yang diwajiban mengenakan masker dan disediakannya tempat cuci tangan, serta pengecekan suhu tubuh bagi para jamaah sebelum memasuki masjid.

Sa’idah Nurul Jannah(19) mengatakan “Idhul Adha tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya bersalaman, kali ini tidak. Karena, sebagai bentuk taat kepada peraturan protokol kesehatan,” ujar santri asal Pati ini.

Dalam khutbahnya, Mulyadi menyampaikan, bahwa amalan yang paling dianjurkan di bulan Dzulhijjah adalah haji dan berkurban. Namun, dikarenakan adanya pandemi, ibadah haji  dan kurban kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Ibadah haji hanya diperkenankan bagi orang-orang Arab saja, dan itupun dengan pembatasan jumlah dan peraturan yang sangat ketat. Sedangkan, penyembelihan dan pendistribusian kurban pun harus dilaksanakan sesuai protokol yang ditetapkan pemerintah.

Dia juga menjelaskan bahwa di setiap ketetapan Allah, pasti ada hikmah di baliknya. Tertundanya pemberangkatan haji, mengajarkan kita kesabaran dan kepasrahan diri kepadanya-Nya. Lalu, ibadah kurban juga menjadi bukti kepekaan sosial masyarakat mampu terhadap yang kurang mampu.

“Ada banyak sekali hikmah yang kita dapatkan dalam berkurban di masa pandemi ini. Hikmah vertikalnya yakni suatu bentuk kedekatan kita kepada Allah SWT dan hikmah horizontalnya yakni suatu kedekatan kita kepada sesama manusia untuk saling berbagi,” jelasnya.

Tahun ini, Masjid Darussalam menyembelih 15 hewan kurban, antara lain 8 ekor sapi dan 7 ekor kambing. Serta 6 ekor kambing sebagai aqiqah dari beberapa warga Dusun Bandungan. Jumlah ini meningkat dibanding tahun sebelumnya, “Menurut saya, dengan adanya pandemi ini, masyarakat jadi lebih sadar untuk berbagi. Salah satu wujudnya adalah berkurban,” papar Mulyadi, yang juga sebagai Ketua Panitia Kurban. (Mira, Dimas, Lu’lu/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *