Santri, Kobarkan Semangat Perdamaian di Hari Kemerdekaan

Gedangan, EM Pers- Malam Tirakatan dalam rangka mensyukuri nikmat kemerdekaan Republik Indonesia ke-74.   Bertempat dilapangan Dusun Bandungan Desa Gedangan, Jum’at (16/8/2019) malam.

Malam Tirakatan kali ini, dihadiri oleh seluruh masyarakat Rt 2 Dusun Bandungan dan santri Pondok Pesantren Edi Mancoro. Tak hanya Malam Tirakatan, dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan Indonesia diadakan beberapa lomba. Lomba yang diadakan diikuti dari berbagai macam usia sesuai dengan ketangkasan lomba. Lomba bagi anak – anak seperti Ketangkasan Sepeda, Makan Kerupuk, Mewarnai, Memasukkan Pensil kedalam Botol, Pecah Air dan Balap Karung sedangkan bagi orang dewasa ada Tangkap Lele dan Membuat Sambal kelapa.

Ketua Rt 02 Dusun Bandungan, Bapak Ali Nugroho, berpesan agar warga Dusun Bandungan bersama santri Pondok Pesantren Edi Mancoro senantiasa menjaga perdamaian dan ketentraman dalam bermasyarakat dan selalu menghindari berita Hoax serta ujaran kebencian. Hal ini disampaikannya saat sambutan dalam Malam Tirakatan.

Selain itu, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia, Pondok Pesantren Edi Mancoro mengadakan Upacara Bendera yang  diikuti oleh masyarakat sekitar.  Upacara Bendera berlangsung dengan khidmat dan sakral. Ustadz Sofari selaku pembina upacara berpesan kepada peserta upacara agar selalu menjaga persatuan.

“Untuk memperingati kemerdekaan, mari kita tanamkan semangat persatuan. Sebagai santri harus mengobarkan semangat pemuda Indonesia dalam segala aspek, khususnya dalam landasan berbangsa dan bernegara”, ungkap Ustadz Sofari, saat memberikan amanat upacara, Sabtu (17/8/2019).

Seusai Upacara Bendera, dilanjutkan kegiatan Donor Darah. Kegiatan tersebut adalah wujud Bhakti Sosial Lembaga Laziskaf Edi Mancoro yang  bekerja sama dengan PMI Kota Salatiga. Selain dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kegiatan Donor Darah tersebut bertujuan untuk menambah stok kantung darah di Rumah Sakit Kota Salatiga dan sekitarnya.

Untuk menutup rangkaian acara kemerdekaan Republik Indonesia, Ponpes Edi Mancoro menyelenggarakan lomba Bola Voli antar kamar. Terbagi dalam lomba Bola Voli Putra dan Bola Voli Putri. Perlombaan berlangsung dengan meriah dan penuh sportivitas. (TBF)

Donor Darah, Kerjasama Laziskaf Edi Mancoro dengan PMI Kota Salatiga

EM Pers, Gedangan- Laziskaf Edi Mancoro bekerjasama dengan PMI Kota Salatiga selenggarakan donor darah. Kegiatan yang disponsori oleh Extra Joss ini dilaksanakan di Aula Utama Gedung Mahfudz Ridwan, Sabtu (17/08/2019).

Sebagai makhluk sosial, bentuk dari pen-tasarruf-an bukan hanya melalui harta, tenaga, dan pikiran. Pen-tasarruf-an juga dapat dilakukan dengan donor darah, dengan melakukan donor darah kita dapat menunjukkan kepedulian terhadap sesama manusia.

“Program Lembaga Laziskaf sendiri termasuk pen-tasarruf-an dalam bidang kesehatan, terutama di lingkungan santri Edi Mancoro agar dapat mendekatkan santri untuk bersedekah tidak hanya melalui harta berupa uang saja, akan tetapi darah merupakaan harta berhargaa yang sangat bermanfaat bagi orang lain”, ungkap Tsamara selaku Direktur Laziskaf Edi Mancoro.

Faizin, salah satu santri putra yang sedang melakukan donor darah.

Hal tersebut sejalan dengan ungkapan Malikha selaku Pencari Pelestari Donor Darah Sukarela (P2D2S) PMI Kota Salatiga, “Manfaat kegiatan sosial kemanusiaan ini sangatlah banyak, baik buat diri sendiri maupun untuk orang lain,” jelasnya.

Kegiatan ini bersifat umum, tidak hanya santri saja, masyarakat pun turut berpartisipasi mendonorkan darahnya. Dimulai pukul 08.00 dan diakhiri pukul 10.00 WIB pendonor darah mencapai 79 orang, 39 orang diantaranya berhasil mendonorkan darahnya, sedangkan sisanya tidak mendapat izin untuk mendonorkan darah dikarenakan beberapa faktor.

Setiap bulannya PMI Kota Salatiga membutuhkan sekitar 800 kantong darah. Kerjasama antar dua instansi ini diharapkan menjadi salah satu jalan untuk menambah penyediaan  stok darah di Bank Darah, yang mana akan disalurkan ke Rumah Sakit wilayah Salatiga dan sekitarnya.

“Donor darah itu penting untuk stok penyediaan di Bank Darah, setiap bulan PMI Salatiga membutuhkan sekitar 800 kantong darah, darah tersebut kemudian disetorkan pada tiga Rumah Sakit besar di Salatiga yakni RSUD Salatiga, RS DKT, RS Paru, dan klinik-klinik kesehatan  wilayah kota Salatiga untuk ditransfusikan pada orang-orang yang membutuhkan,” ungkap Malikha. Selain itu, para pendonor juga diperbolehkan untuk melakukan pemeriksaan empat penyakit menular secara gratis salah satunya penyakit hepatitis-B.

Dikarenakan kegiatan ini bertepatan dengan hari kemerdekaan Indonesia, Tsamara pun berpesan agar jangan pernah  takut untuk memulai dan bergerak. Seperti mengadakan kegiatan bakti sosial, selain menumbuhkan rasa peduli, hal tersebut dapat mendukung kesejahteraan masyarakat Indonesia, khususnya dalam meningkatkan rasa nasionalisme kaum muda. (KBS/TBF)

Berkurban, Bentuk Ketaatan dan Kepatuhan pada Allah SWT.

Gedangan, EM Pers- Santri Pondok Pesantren Edi Mancoro bersama masyarakat dusun Bandungan melaksanakan Shalat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1440 Hijriah, Minggu (8/11/2019), di Masjid Darussalam, Gedangan, Tuntang.

Beberapa warga sedang memotong-motong daging korban bersama para santri

 “Melaksanakan sholat ied dapat membawa kita pada ketentraman jiwa dan kekuatan iman, juga dapat memperkuat ukhuwah islamiyah. Sedangkan dari sejarah kurban  kita diajarkan untuk selalu taat kepada Allah SWT..”, ungkap ustad Zuhdi dalam khotbahnya

Pada kesempatan kali ini, yang bertugas sebagai Khotib adalah Ustad Zuhdi, sedangkan Imam adalah Ustad Mulyadi. Dalam khotbahnya, Ustad Zuhdi menyampaikan agar umat islam pada kesempatan Hari Raya Idul Adha untuk melaksanakn Sholat ied dan berkurban.

Ustad Zuhdi juga menyampaikan bahwa kurban memiliki makna sosial yang mendalam, yang terealisasikan dalam pembagian daging kurban. Beliau juga berharap agar korban kali ini mendapat berkah dan ridho dari Allah SWT..

Dalam kesempatan Hari Raya Idul Adha, Masjid Darussalam Gedangan, berkurban sebanyak 16 ekor hewan kurban. Terbagi dalam 6 ekor sapi dan 10 ekor kambing, 3 ekor kambing diantaranya merupakan aqiqoh dari warga dusun Bandungan. Pendelegasian daging kurban sendiri diutamkan untuk masyarakat Dusun Bandungan dan desa tetangga yang tidak menyelenggarakan kurban.

“Kurban merupakan kegiatan ritual rutin bagi masyarkat Islam saat Hari Raya Idul Adha, tujuan utamanya untuk membumikan asma Allah SWT., sesuai dengan anjuran agama tentunya”, ujar Tanwi Selaku ketua panitia kurban Masjid Darussalam Gedangan

Beliau juga berharap agar masyarakat Dusun Bandungan pada khususnya untuk selalu meningkatkan kualitas ibadah, salah satunya dengan berkurban pada Hari Raya Idul Adha, karena kurban sendiri memiliki makna dan filosofi yang luas.

Sebelum melaksanakan proses penyembelihan hewan kurban, masyarakat Dusun Bandungan serta santri Pondok Pesantren Edi Mancoro melaksanakan tasyakuran di Masjid Darussalam yang dipimpin oleh ustad Ali Nugroho. (TBF)

Santri Tak Hanya Ngaji, Juga Harus Berorganisasi

Beberapa perwakilan lembaga mempresentasikan lembaga masing masing

Gedangan, Em Pers- perwakilan segenap pengurus lembaga Yayasan Edi Mancoro menghiasi kemeriahan malam Jum’at di Aula Utama gedung Mahfud Ridwan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan lembaga yang berada dibawah naungan Yayasan Edi Mancoro kepada seluruh santri.

Pengenalan lembaga ini dimulai setelah pembacaan barzanji rutin yang dilaksanakan setiap malam Jum’at. Pengenalan lembaga kali ini lebih ditujukan kepada santri baru sebagai ajang pengenalan lembaga-lembaga yang berada dibawah naungan Yayasan Edi Mancoro. Pengenalan kali ini dilaksanakan dengan mempresentasikan kegiatan yang ada pada lembaga masing – masing, Kamis (8/8/2019).

Di dalam Pondok Pesantren Edi mancoro sendiri, memang terdapat banyak lembaga yang mengatur setiap kegiatan dibidangnya yang dinahkodai oleh para santri sendiri. Hal ini bertujuan agar para santri bisa belajar berorganisasi didalam lembaga tersebut.

“Santri tak hanya bisa ngaji tok, tetapi juga harus berlatih berorganisasi”, ungkap Muhammad Syukri Abadi selaku ketua OSEM ditengah presentasinya.

Setiap lembaga diberi waktu maksimal lima menit untuk mempresentasikan kegiatan yang ada. Adapun lembaga-lembaga tersebut diantaranya OSEM (Organisasi Santri Edi Mancoro), KDII (Kulliyatud Diraasah al-Islaamiyyah wal-Ijtimaa’iyyah), MQ (Madrasatul Qur’an), Biro Bahasa Tsurayya (Student Language Center), UPT Perpus, TBB (Tarbiyatul banin wal Banat), Laziskaf Edi Mancoro, MRI (Mahfudz Ridwan Institute), KBIH al-Qiro, Koppontren, dan yang terakhir Pers Edi Mancoro.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri, para santri mengikuti dengan penuh antusias. Acara ini ditutup dengan do’a bersama. (AN)