Cak Fai: “Segala Sesuatu Karena Cinta”

Gus Hanif (kiri) bersama bapak Ahmad Fa’idi (kanan)

Gedangan, Em Pers- Kegiatan rutinan Dzikir Ajeg Seloso Kliwon (SK) Pondok Pesantren Edi Mancoro berlangsung meriah. Pada kesempatan kali ini bertemakan keutamaan mulia di bulan Dzulqo’dah dengan pembicara Kiai Muhamad Hanif, M.Hum dan Bapak Ahmad Fa’idi atau yang akrab disapa cak Fai. Kegiatan ini diselenggarakan di depan gedung Mahfud Ridwan Pondok Pesantren Edi Mancoro, Selasa (8/7/2019).

Kegiatan rutinan Seloso Kliwon kali ini berlangsung dengan meriah dan berbeda. Hal tersebut dikarenakan, tak hanya grup Seloso Kliwon saja yang tampil, namun juga grup Musikalisasi Hadis IAIN Salatiga ikut memeriahkan kegiataan ini. Kegiatan kali ini juga dihadiri beberapa tamu undangan diantaranya dosen Fakultas Ushuludin IAIN Salatiga, PMII Kota Salatiga, IPNU IPPNU Kecamatan Tuntang.   Para santri juga tak mau ketinggalan untuk memeriahkan serta mengikuti rutinan SK kali ini.

Pada kesempatan kali ini SK mengangkat tema keutamaan mulia di bulan Dzulqo’dah, dengan pembicara Kiai Muhamad Hanif, M.Hum dan Bapak Ahmad Fa’idi. Diskusi berjalan dengan seru dan menarik, karena kedua pembicara mengajak audience untuk berfikir secara kritis dan mendalam. Dalam kesempatan kali ini, pak Fa’idi atau yang akrab disapa cak Fai tak mau menyia nyiakan kesempatan untuk berkolaborasi puisi dengan teman – teman Musikalisasi Hadis. Beliau membawakan puisi yang berjudul Berkumpul dengan Cinta.

Dengan statement cintanya cak Fai selaku pembicara mengajak audience untuk berfikir secara kritis. Beliau mengungkapkan bahwa segala sesuatu bersumber dari cinta.

“Segala sesuatu bersumber dari cinta, cinta dari Sang Maha Kasih. Maka dari itu dibulan Dzulqo’dah ini kita harus sering berbuat baik dan berkumpul bersama orang – orang sholeh agar dapat menjadi lantaran untuk menggapai cinta-Nya”, papar cak Fai

Semakin malam diskusi berjalan mengasyikkan, tak hanya penampilan dari tim Musikalisasi Hadis saja. Grup SK Old juga tak mau kalah dengan menyumbangkan beberapa lagu. Tak hanya itu diskusi kali ini juga diselingi dengan penampilan pasangan suami istri pak Fenis dan bu Pipit, keduanya merupakan dosen IAIN Salatiga dengan membawakan lagu yang berjudul keangkara murkaan.

Kiai Muhamad Hanif juga berpesan kepada para audience untuk selalu berbuat baik serta memaparkan fadhilah – fadhilah bulan Dzulqo’dah.

“Perbanyaklah berbuat baik, karena perbuatan baik inilah yang akan mendatangkan ridho dari Allah SWT., pada bulan yang mulia ini banyak keutamaan – keutamaan yang dapat kita lakukan diantaranya perbanyak membaca istighfar dan membaca sholawat,” papar Kiai Muhamad Hanif.

Banyak statement yang muncul dari kedua pembicara, statement yang menentramkan tentunya. Salah satunya ialah bila kita mencintai atau menyukai sesuatu karena bentuk maka kita tidak dapat menemukan hakekat hidup, mulailah mencintai atau menyukai suatu hal dari yang substansional agar kita menemukan hakekat hidup. Pada akhir diskusi cak Fai berpesan kepada para audience untuk hijrah dalam hal perspektif pemikiran dari bentuk ke yang substansional, agar kita bisa memaknai dan menghargai hidup. (TBF)