Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Al-Qiro

           KBIH Al-Qiro lahir dengan semangat untuk ikut berpartisipasi dalam memberikan pengarahan, ilmu, pengetahuan, dan wawasan dalam melaksanakan ibadah haji atau umroh. KBIH melakukan kegiatan manasik satu kali dalam setahun selama 15 kali pertemuan. Dengan materi-materi yang berkaitan dengan tata cara pelaksanaan ibadah haji dan atau umroh. Materi-materi diampu oleh para pemateri yang sudah berpengalaman di bidangnya masing-masing.

Kuliyyatu ad-dirasah al-islamiyah wal-ijtima’iyyah (KDII)

Proses kegiatan belajar  mengajar di Pondok Pesantren Edi Mancoro dikelola oleh lembaga yang bernama Kuliyyatu ad-dirasah al-islamiyah wal-ijtima’iyyah (KDII). Metode yang digunakan oleh KDII dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar yaitu dengan tiga metode dasar yang pada umumnya digunakan di berbagai macam pesantren meliputi, bandongan, sorogan, dan musyawarah.

Satu tahun pelajaran terbagi menjadi dua periode atau semester yaitu ganjil dan genap. Kegaiatan belaja mengajar terbagi menjadi 4 kelas, yaitu Khos, Awaliyah, Wustho, dan Ulya. Mata pelajaran yang dikaji meliputi fiqh, nahwu, sorof, tarikh, tauhid, bahasa arab dan tajwid. Untuk mengevaluasi hasil pembelajaran dan menentukan kenaikan kelas, diadakan ujian yang dilaksanakan setiap akhir semester.

LAZISKAF

LAZISKAF Edi Mancoro adalah Lembaga Amil Zakat Infaq Sedekah dan Waqaf yang di rintis pada tahun 2016 oleh Gus Muhammad Hanif, yang mana telah mendapatkan izin di tahun 2017. Lembaga ini diharapkan dapat meningkatkan hasil guna serta daya guna zakat, infaq, sedekah dan wakaf agar memberikan daya dukung untuk peningkatan kualitas sumber daya umat.

Visi dan misi

  1. Menjadi Lembaga pengelola zakat, infaq, sedekah dan wakaf yang amanah dan professional untuk kemandirian dan kesejahteraan umat.
  2. Mendorong kesadaran umat dalam hal penunaian zakat, infaq, sedekah dan amil-amil zakat.
  3. Menumbuhkembangkan amil zakat yang amanah, transparan, dan inovatif.
  4. Mengoptimalkan penghimpunan dan pendayagunaan zakat, infaq, sedekah, dan wakaf untuk kemandirian dan kesejahteraan umat.
  5. Berperan serta melaksanakan fungsi dan peranan keagamaan dalam upaya mewujudkan kesadaran umat.

Laziskaf Edi Mancoro di kelola dan dikembangkan oleh beberapa santri yang diketuai oleh Tsamara Asywaq Tsani Program yang dijalankan laziskaf yaitu fundraising (pengumpulan) dan pentasarufan (penyaluran).

Madrasatul Qur’an

Madrasatul Qur’an adalah lembaga yang menaungi dan mengasuh secara langsung santri yang mengikuti program hafalan Al-Quran. Program ini diampu oleh Istri dari Kyai Hanif, Ustadzah Rosyidah Lc yang mana alumni dari Universitas Ahgaf Yaman.

Organisasi Santri Pondok Pesantren Edi Mancoro (OSEM)

OSEM adalah lembaga yang menangani secara langsung kegiatan sehari-hari santri di pesantren. Khususnya yang berkaitan dengan kebutuhan rumah tangga pesantren. Selain itu, sebagai jembatan menumbuh kembangkan bakat minat santri. Kepengurusan OSEM dipilih santri sekali dalam satu tahun.

Struktur Pengurus organisasi Pondok Pesantren Edi Mancoro (2019-2020/1440-1441 H)

            Pelindung                    : Muhammad Hanif, M. Hum.     

            Penasehat                    : Ali Nugroho 

          

         

STUDENT LANGUAGE CENTER “TSUROYYA”

TSUROYYA adalah lembaga pengembangan bahasa yang bertujuan untuk mengembangkan, melatih, dan menciptakan santri yang mahir dalam berbahasa asing, utamanya bahasa Arab dan Inggris. Lembaga ini dikelola oleh santriwan dan santriwati Edi Mancoro yang diketuai oleh Ngindana Zulfa, seorang mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab (PBA).

Lemba ini lahir dari rahim lembaga OSEM, pada awalnya pengembangan kemampuan bahasa dipegang oleh pengurus OSEM bagian UPT Bahasa. Namun, diharapkan dengan dijadikan menjadi lembaga sediri, pergerakannya akan lebih maksimal.

The Mahfud Ridwan Institut (MRI)

The Mahfud Ridwan Institut (MRI) merupakan lembaga yang didirikan sejak tanggal 7 Januari 2018 di bawah naungan Yayasan Edi Mancoro. Lahirnya MRI berawal dari cita-cita dan gagasan K. H. Mahfud Ridwan yang tertuang dalam pendirian LSM Yayasan Desaku Maju (YDM) pada tahun 1984. Sesuai dengan cita-cita K. H. Mahfud Ridwan, program-program YDM dirancang guna melakukan pendampingan umat. YDM telah beberapa dekade melakukan pendampingan ekonomi umat secara intensif dan memberikan dampak nyata terhadap masyarakat.

            YDM menjadi salah satu LSM di jawa tengah yang cukup popular di kalangan masyarakat. Akan tetapi, beberapa dekade kegiatan-kegiatan YDM mengalami kevakuman seiring dengan perubahan iklim politik nasional, tradisi orde baru menuju reformasi, serta berbagai faktor lainnya yang membuat KH. Mahfud Ridwan memilih untuk lebih fokus pada pengembangan keagamaan umat. Berdasarkan hal itu, maka didirikanlah Wisma Santri Edi Mancoro (kini Pondok Pesantren Edi Mancoro) tahun 1989. Sejak saat itu KH. Mahfud Ridwan lebih fokus pada pengembangan Pesantren. Pada tahun 2015, 2 tahun sebelum K. H. Mahfud Ridwan wafat, seiring dengan semakin kompleksnya permasalahan-permasalahan yang dihadapi umat, maka dimunculkanlah ide pendirian kembali Yayasan Desaku Maju oleh Muhamad Hanif, pengasuh Pondok Pesantren Edi Mancoro yang merupakan putra bungsu KH. Mahfud Ridwan. Setelah melakukan dialog dengan para aktivis Yayasan Desaku Maju serta mendapatkan lampu hijau dari KH. Mahfud Ridwan, maka pada tanggal 7 Januari 2018 didirikanlah lembaga the Mahfud Ridwan Institut (MRI) untuk melanjutkan cita-cita YDM dalam melakukan pendampingan umat didasarkan pada upaya pengembangan program kegiatan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan. Jika YDM lebih banyak bergerak di bidang pendampingan ekonomi umat maka MRI mengembangkan programnya ke berbagai aspek seperti agama, budaya, politik, ekonomi, SDM, hukum, dan persoalan persoalan sosial kemasyarakatan lainnya. Ternyata program-program MRI tersebut didasarkan pada pencapaian visi-misi MRI dalam mewujudkan masyarakat mandiri dalam bidang ekonomi, politik, dan budaya dengan tepat berkaitan teguh pada nilai-nilai religius dan berkeadilan. Dalam mewujudkan cita-cita tersebut MRI mengagendakan kegiatan-kegiatan berupa pelatihan pendampingan penelitian kajian dialog antar agama dan budaya serta kegiatan-kegiatan lainnya yang menunjang terwujudnya cita-cita K. H. Mahfud Ridwan.